Harga HP Lompat, Laba Samsung Naik 18x Bukan dari Jualan Smartphone
Jakarta, CNBC Indonesia - Laba Samsung diperkirakan melonjak 18 kali lipat di tengah kenaikan tajam harga HP secara global. Namun, sumber cuan Samsung bukan berasal dari bisnis penjualan smartphone mereka.
Berdasarkan perkiraan 30 analis yang dihimpun oleh LSEG SmartEstimate dan dikutip dari Reuters, laba Operasi Samsung Electronics pada periode April-Juni 2026 diproyeksikan melampaui 86 triliun won (US$ 56,35 miliar) dibandingkan dengan laba 4,7 triliun won yang dibukukan pada periode yang sama pada 2025.
Pemicu lonjakan laba tersebut adalah harga chip memori yang meroket akibat permintaan tinggi dari infrastruktur teknologi AI. Samsung Electronics adalah produsen chip terbesar di dunia.
Analis memperkirakan kondisi kekurangan suplai di pasar memori masih akan bertahan hingga 2027.
Produsen chip seperti Samsung menerima lonjakan order untuk berbagai jenis chip. Selain chip high-bandwidth memory yang digunakan oleh server AI di data center, chip konvensional seperti DRAM dan NAND juga meningkat dipicu oleh tingginya adopsi aplikasi agentic AI.
Aplikasi agentic AI mengerjakan tugas komputasi yang lebih kompleks dan melewati beberapa tahap sehingga membutuhkan memori tambahan dan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi untuk menampung dan menyedot data.
Samsung adalah pemasok utama untuk perusahaan teknologi global seperti Nvidia, Google, dan Apple.
Citi Research mengungkapkan harga rata-rata DRAM dan NAND melonjak 44 persen dan 53 persen pada kuartal terakhir.
Di sisi lain, bisnis mobile Samsung menghadapi tekanan biaya akibat harga chip yang terus menanjak. Margin bisnis Samsung di pasar smartphone menipis karena harga komponen yang kenaikannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga HP.
Samsung telah mencoba mengurangi dampak beban harga komponen tersebut dengan menaikkan harga HP produksi mereka. Namun, analis memperkirakan produsen HP terbesar di dunia tersebut harus menaikkan harga kembali pada pertengahan kedua 2026.
Saingan utama Samsung, Apple, bulan lalu telah menaikkan harga iPad dan Macbook.
(dem/dem) Add
source on Google