Trump Mendadak Berubah Pikiran Setelah Bikin Satu Dunia Heboh
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump sempat membuat heboh satu dunia saat meminta Anthropic memblokir akses model canggih 'Mythos' untuk semua warga negara asing, bahkan karyawan Anthropic sendiri. Perusahaan kemudian merespons dengan melarang akses Mythos secara total untuk semua pengguna.
Setelah pemblokiran penuh tersebut, muncul sistem AI yang diklaim serupa Mythos dari China bernama 'Tulongfeng'. Jepang juga memperkenalkan model yang mirip bernama 'Fugu Ultra'.
Tak menunggu waktu lama, Trump akhirnya berubah pikiran. Pada Selasa (30/6) waktu setempat, Anthropic mengatakan Kementerian Perdagangan AS telah menangguhkan kontrol ekspor untuk model-model AI tercanggihnya, yakni Fable dan Mythos.
Pengumuman tersebut hanya berselang tiga minggu setelah Anthropic diperintahkan untuk melarang akses model-model AI canggihnya untuk warga negara asing, dengan dalih risiko keamanan nasional.
Washington telah memperketat pengawasan terhadap peluncuran model-model AI baru guna mengidentifikasi potensi ancaman, di tengah kekhawatiran bahwa model AI canggih dapat disalahgunakan oleh intelijen militer China, Rusia, atau negara-negara lain yang merupakan 'musuh'.
Pekan lalu, pemerintahan Trump sempat mengatakan untuk mengizinkan perilisan Mythos 5, tetapi hanya untuk beberapa lembaga yang dipercaya AS. Model tersebut dirancang untuk mendeteksi kerentanan keamanan siber.
Pada pekan ini, Anthropic mengatakan semua kontrol ekspor untuk model-model AI canggihnya telah dicabut, setelah perusahaan mengimplementasikan beberapa panduan keamanan, dikutip dari Reuters, Kamis (2/7/2026).
Anthropic juga bekerja sama dengan pemerintah AS untuk memperluas akses Mythos 5 ke mitra domestik dan internasional yang lebih luas melalui program Glasswing. Fable 5 yang ditujukan bagi masyarakat umum dan memiliki perlindungan yang lebih kuat, tersedia mulai Rabu (1/7) pekan ini.
Anthropic belakangan menjadi perhatian karena gesekan dengan pemerintah AS. Sebelumnya, Anthropic 'ditendang' dengan larangan menggunakan sistem AI-nya di lingkungan pemerintahan AS. Pasalnya, Anthropic menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom dan memata-matai warga AS.
Namun, hubungan Anthropic dan pemerintah AS pelan-pelan membaik. Selain memperdalam hubungan dengan pemerintahan Trump, Anthropic juga berkolaborasi dengan raksasa teknologi lain seperti Amazon, Microsoft, dan Google, untuk mengembangkan standar umum dalam menetapkan potensi jailbreak AI. Jailbreak merupakan teknik untuk membobol panduan keamanan.
Surat dari Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kepada Anthropic yang dilihat Reuters menyatakan bahwa Anthropic telah setuju untuk bekerja sama dengan pemerintah AS mengenai protokol untuk Mythos, Fable, dan model-model masa depan, serta untuk memberi tahu pemerintah AS tentang aktivitas jahat apa pun.
Namun, Lutnick mengatakan bahwa kementeriannya "berhak mengevaluasi kembali keputusan yang dibuat dalam surat ini dan perlunya memberlakukan kembali persyaratan lisensi, jika keadaan berubah atau jika Anthropic gagal mematuhi komitmennya".
(fab/fab) Add
source on Google