Trump Kena Batunya, China Sekarang Sudah Jauh Lebih Maju
Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan Presiden AS Donald Trump lagi-lagi menjadi 'senjata makan tuan'. Beberapa saat lalu, Trump memerintahkan Anthropic untuk memutus akses model AI tercanggih Mythos 5 dan Fable 5 kepada warga negara asing, sekali pun itu adalah karyawan perusahaan.
Anthropic meresponsnya dengan menyuntik mati akses ke seluruh pengguna. Sebagai informasi, Fable meruapakan model AI berbasis bahasa besar (LLM) Mythos yang digadang-gadang sebagai sistem tercanggih saat ini.
Kemampuannya membuat banyak negara cemas dan memperingatkan bank-bank terkait dampaknya. Pasalnya, Mythos disebut bisa dengan mudah mendeteksi kerentanan software, bahkan ketika tidak terdeteksi oleh pengembang sistem.
Meskipun hal ini bermanfaat, tetapi dikhawatirkan Mythos bisa digunakan para penjahat siber untuk melancarkan kampanya serangan yang lebih canggih dan masif.
Tak menunggu waktu lama setelah model-model AI tercanggih Anthropic diblokir total, China meluncurkan gebrakan baru. Hanya sehari setelah pemblokiran, startup AI asal China, Z.ai (Zhipu AI) meluncurkan model flagship GLM-5.2.
Gebrakan ini menjadi sorotan pengguna global, setelah tolak ukur kinerja HLM-5.2 hanya beda tipis di belakang model-model sumber tertutup (closed-source) terkemuka dari AS, seperti OpenAI dan Anthropic.
Z.ai mengungkap rencananya untuk menggunakan hasil penjualan saham di dalam negeri untuk menanai upaya pengembangan AI lebih lanjut, dikutip dari Reuters, Jumat (26/6/2026).
Hal ini menegaskan beberapa pendapat pakar sebelumnya yang menilai bahwa pemblokiran model canggih Mythos dari Anthropic tak akan menyelesaikan masalah dan kekhawatiran yang muncul gara-gara AI. Pasalnya, tak akan menunggu lama hingga model-model serupa diluncurkan pihak lain, termasuk China.
"Misi kami adalah mencapai AGI (artificial general intelligenceA), jadi saat ini fokus kami adalah bagaimana menyempurnakan model kami untuk mencapai tingkat kecerdasan tertinggi. Oleh karena itu, semua sumber daya ini sangat membantu kami," ujar Qinkai Zheng, pemimpin teknis tim CodeGeeX di perusahaan tersebut, dikutip dari Reuters.
Lonjakan minat investor yang menyertainya telah mendorong kenaikan harga saham lebih dari 2.000% sejak debut spektakulernya di Hong Kong pada Januari 2026. Perusahaan sudah menembus angka kapitalisasi pasar sebesar HK$1 triliun (Rp2.290 triliun) pada pekan ini.
"Model ini sebanding dengan model tertutup papan atas," ungkap Zheng kepada para wartawan di kantor pusat perusahaan di Beijing.
"Ini adalah kali pertama sebuah model sumber terbuka (open-source) benar-benar menghadirkan performa pengkodean dan agen yang sangat tangguh, yang mampu bersaing dengan perusahaan AI pemilik teknologi eksklusif terkemuka seperti Anthropic dan OpenAI," ia menuturkan.
GLM-5.2 kini menempati peringkat keempat dalam papan peringkat kecerdasan LLM versi Artificial Analysis dan posisi kedua dalam papan peringkat pengkodean front-end versi Code Arena, dengan biaya operasional sekitar seperenam dari biaya model AI closed-source terkemuka buatan AS.
Penghentian akses secara mendadak terhadap model AI terkemuka Anthropic buatan AS telah memicu kekhawatiran serius di kalangan sekutu global seperti Kanada dan Prancis. Para pemimpin kedua negara tersebut secara tajam mengkritik ketergantungan yang berlebihan pada infrastruktur AI yang dikendalikan AS dalam KTT G7 pekan lalu.
Untuk pertama kalinya, sebuah model AI open-source asal China hampir berhasil memangkas kesenjangan teknologi terkemuka dengan laboratorium AI Barat yang didanai secara besar-besaran, setelah sebelumnya melampaui model sumber terbuka AS seperti Gemma dari Google dan seri Llama dari Meta, meskipun terdapat keterbatasan daya komputasi.
Sebelumnya, para analis memperkirakan bahwa kemampuan performa model-model AI unggulan China tertinggal empat hingga enam bulan di belakang model-model terdepan buatan AS.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]