Trump Kena Batunya, Amerika Bisa Kalah Telak Ditendang China

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
02 July 2026 08:25
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan Air Force One terbarunya. Jet jumbo yang dulunya milik pemerintah Qatar ini telah dikonversi menjadi pesawat resmi kepresidenan AS, Jumat (19/6/2026). (REUTERS/Elizabeth Frant
Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan Air Force One terbarunya. Jet jumbo yang dulunya milik pemerintah Qatar ini telah dikonversi menjadi pesawat resmi kepresidenan AS, Jumat (19/6/2026). (REUTERS/Elizabeth Frantz)

Jakarta, CNBC Indonesia - China memenangkan perlombaan dalam pengembangan teknologi AI. Ini berkat keputusan pemerintahan Donald Trump pada model keluaran perusahaan Amerika Serikat (AS) Anthropic.

Peluncuran model Anthropic, Mythos sempat ditunda karena arahan pengendalian ekspor. Pemerintah AS kemudian memperbolehkan peluncuran model Mythos 5, meskipun Fable 5 nya masih belum dirilis.

Namun penundaan ini menguntungkan China. Karena perusahaan setempat punya waktu untuk mengisi celah yang ditinggalkan.

Salah satunya GLM 5.2 disebut memiliki kinerja setara dengan laboratorium ternama AS. Termasuk diklaim dapat menyamai kemampuan Mythos.

"Banyak orang pintar/pakai AI mengatakan GLM-5.2 adalah model AI China pertama yang bisa menandingi dan mengalahkan model AI publik dari laboratorium besar Amerika tanpa kompromi," kata investor modal ventura Mars Andreesen, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (1/7/2026).

"Waktu yang tepat mengingat peristiwa yang terjadi sekarang," dia menambahkan.

Peneliti di Pusat Keamanana dan Teknologi Baru Georgetown, Sam Bresnick mengatakan perkembangan ini jadi peringatan cukup baik.

"GLM 2.5 hampir setara dengan Anthropic sebagai pesaing pasar korporat dan seperempat dari biaya per tokennya," kata ahli strategi Jefferies, Christopher Wood mengutip sejumlah sumber industri.

Mantan penasihat kripto dan AI Trump, David Sacks juga mengatakan hal serupa, termasuk kemampuan China telah menyamai Anthropic dalam keamanan siber. Bahkan dia menambahkan AS telah menyimpang strategi Presiden Donald Trump untuk memenangkan perlombaan AI.

"Setahun lalu, Presiden Trump menyatakan Amerika berada dalam perlombaan AI global dan cara memenangkan adalah pro-invansi, pro-infrastruktur, pro-energi, dan pro-ekspor. Presiden Trump benar sekali, kita menyimpang dari strategi itu," jelasnya.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Kena Batunya, China Sekarang Sudah Jauh Lebih Maju


Most Popular
Features