Jepang Mau Bangun Pembangkit di Bulan Lalu Kirim Listrik Bumi

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 02/07/2026 09:50 WIB
Foto: Pemandangan sebagian Bulan di tempat yang digambarkan NASA sebagai "sepanjang terminator, batas antara siang dan malam di Bulan, di mana sinar matahari dengan sudut rendah menghasilkan bayangan panjang dan dramatis di permukaan" selama penerbangan lintas Bulan oleh awak Artemis II pada 6 April 2026 dan diperoleh oleh Reuters pada 7 April 2026. (via REUTERS/NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan di Bumi, Jepang punya ide baru yang cukup futuristis untuk membangun pembangkit listrik di Bulan. Usulan ini muncul karena Jepang tengah mencari alternatif energi yang aman.

Proyek ambisius itu berasal dari Shimizu Corporation melalui Luna Ring. Perusahaan akan membuat sabuk panel surya yang membentang di bagian tengah sejauh 11 ribu kilometer.

Sabuk panel itu akan mengubah sinar Matahari menjadi listrik. Kemudian listrik akan dikirimkan ke Bumi dengan gelombang mikro dan laser, dikutip dari Ecoportal, Rabu (1/7/2026).


Ide ini memiliki keunggulan. Sebab tenaga Matahari bisa diterima lebih baik di Bulan dibandingkan atap atau ladang luas yang berada di Bumi.

Sel surya di Bulan bisa menghadap langsung tanpa gangguan sama sekali, seperti atmosfer maupun tutupan awan. Selain itu ekuator Bulan memiliki penerangan hampir konstan di salah satu belahan Bumi.

Cara kerja sel surya ini akan mengubah sinar Matahari menjadi listrik. Kabel yang terpasang akan mengalirkannya ke sisi dekat Bulan yang selalu menghadap Bumi.

Selanjutnya transmisi bakal mengubah listrik menjadi pancaran gelombang mikro dan laser berenergi tinggi yang mengarah ke stasiun penerima di Bumi. Stasiun yang disebut rectenna bakal mengubah gelombang mikro menjadi listrik DC yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Shimizu mengklaim ide tersebut bisa menghasilkan listrik hingga 13 ribu terawatt daya atau 500 kali lipat konsumsi listrik di Bumi.

Namun, ide ini masih dalam tahap penelitian. Sinar gelombang mikro dan laser yang akan diterima di Bumi belum pernah dicoba dalam skala besar.

Sementara itu ekonom Institut Ekonomi Energi Jepang menyebut tenaga surya di Bulan terdengar bagus secara teori. Namun di sisi lain ongkosnya terlalu mahal.

Jepang seharusnya bisa berfokus pada tenaga Bumi saja. Sistem listrik ini telah tersedia dengan biaya yang lebih murah.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Urgensi Pemanfaatan Teknologi AI Demi Efisiensi & Produktivitas