Potongan Gojek-Grab Turun Jadi 8%, Ojol Ngeluh Pendapatan Malah Turun
Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi ride-hailing Grab dan GoTo (Gojek) mulai memberlakukan potongan baru untuk driver menjadi 8% mulai Rabu (1/7/2026). Namun, penurunan aplikator yang turun dari sebelumnya 20% tersebut, dinilai tidak begitu terasa manfaatnya bagi sejumlah driver ojol.
Sejumlah driver yang CNBC Indonesia temui pada Rabu pagi ini mengaku potongan baru itu sudah diterapkan. Aplikator memberlakukan skema potongan baru yang merata, baik untuk layanan 'hemat' dan reguler.
Yang mengejutkan, driver GrabBike dan GoRide kompak mengeluh pendapatan mereka menurun. Khususnya untuk tarif minimal yang tadinya Rp 10.400, disebut para driver kini menjadi Rp 10.212 untuk Gojek dan pengemudi Grab mendapatkan Rp 10.200.
Mereka juga mengatakan terdapat tambahan komponen yang dibayarkan seperti biaya aplikasi dan asuransi.
"Sekarang sudah berlaku, cuman kayaknya nggak sesuai dengan yang kami harapkan. ternyata pendapatannya berkurang," kata seorang driver.
Terkait layanan hemat, para driver mengatakan potongan 8% telah diterapkan. Berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, para driver juga tak lagi dibebankan biaya langganan seperti sebelumnya.
Sejumlah driver mengaku tak merasakan kenaikan pendapatan sepanjang pagi ini bekerja. Dari sekitar 7 trip yang dilakukan, seorang driver mendapatkan Rp 70-75 ribu, hampir sama seperti sebelumnya.
Bahkan, ada driver yang mengaku pendapatannya lebih baik sebelumnya dibandingkan setelah potongan aplikator turun menjadi 8%.
"Kita kan mikirnya jauh Rp 20 ribu dapetnya lumayan, jarak pendek kan customer bayar Rp 15 ribu kita pikir Rp 13-14 kita dapat, ternyata masih Rp 10 ribu juga," ujar pengemudi lainnya.
Mereka ingin ada tambahan pendapatan. Mengingat sejauh ini pendapatan mereka tak banyak yang bisa dibawa pulang.
Sejumlah driver mengaku hanya bisa membawa pulang Rp 50-80 ribu setelah seharian 'narik'. Pendapatan sebagai pengemudi ojol masih harus dipotong pengeluaran lain seperti makan, mengisi bensin, dan service kendaraan.
Sementara itu, seorang pengemudi juga ingin pihak aplikator bisa memperjelas lagi dan lebih transparan soal pendapatan yang didapatkannya.
"Lebih diperjelas lagi 8% kita dapat berapa. Kami minta dari pihak aplikator lebih terbuka aja," jelas pengemudi lainnya.
(fab/fab) Add
source on Google