Potongan Grab-Gojek Sudah Turun ke 8%, Respons Driver Ojol Tak Terduga

Demis Rizky Gosta,  CNBC Indonesia
01 July 2026 10:40
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu orderan penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (4/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pengemudi ojek online (ojol) menunggu orderan penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (4/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gojek dan Grab mulai hari ini menurunkan komisi yang mereka pungut dari driver ojek online dari 20 persen menjadi 8 persen. Namun seorang pengemudi ojol malah waswas, alih-alih antusias meraih pendapatan lebih besar.

Platform pemilik ojek online mengumumkan penurunan komisi yang mereka potong dari ojol setelah bertemu pemimpin DPR. Grab, Gojek, dan Maxim berkomitmen menurunkan komisi secara serentak pada 1 Juli 2026.

Namun, salah seorang pengemudi ojol yang ditemui oleh CNBC Indonesia memberikan respons yang tak terduga. Ia mengaku hari ini belum merasakan perubahan penghasilan, bahkan merasa pendapatannya pagi ini tidak sebesar pagi kemarin.

"Kalau saya mendingan kemarin. Saya sudah keluar dari jam 6 pagi, masih sama saja. Kemarin malah mendingan," katanya, Rabu pagi (1/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa platform memang telah mengumumkan perubahan penghitungan pembagian hasil, termasuk untuk layanan "hemat" yang ia pilih.

Sebelumnya, driver ojol yang memilih layanan hemat harus membayar langganan senilai Rp 2.000. Kini, biaya langganan itu sudah tidak ada sehingga porsi bagi hasil yang ia terima menjadi lebih besar.

Namun, ia melihat ada perubahan harga layanan yang ditetapkan oleh platform untuk penumpang. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, harga layanan ojek untuk jarak yang sama pada hari ini ditetapkan Rp 11.400 dari Rp 12.100 pada kemarin. Untuk jarak perjalanan lain, harga layanan berubah dari Rp 23.000 kemarin menjadi Rp 26.000 untuk hari ini.

Pengemudi ojol yang diwawancarai CNBC Indonesia cemas perubahan harga ini yang membuat jumlah penumpang yang ia angkut turun pagi ini dibanding pagi kemarin.

Ia mengaku selama ini selalu memilih layanan hemat karena jauh lebih mudah mendapatkan penumpang dibanding menawarkan layanan dengan harga lebih mahal.

"Harganya di penumpang naik. [Biaya] langganan kita kayanya dikasih ke penumpang. Takutnya [lebih sepi hari ini] karena enggak ada penumpang, [karena] mahal," katanya.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Respons Tak Terduga Driver Ojol soal Potongan Grab-Gojek Turun Jadi 8%


Most Popular
Features