Amerika Blak-Blakan Sebut China Perampok, Begini Modusnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Anthropic, menuding perusahaan China, Alibaba, mencuri kemampuan AI-nya. Tudingan ini disampaikan melalui surat kepada Komite Senat setempat.
Alibaba disebut melakukan serangan distilasi terbesar kepada Anthropic. Aksi ini masih berlanjut hingga kini.
Sebagai informasi, distilasi merupakan metode pelatihan AI untuk model kecil yang kurang mumpuni, dibangun dengan output dari model yang lebih kuat dan telah tersedia sebelumnya.
Operator yang terafiliasi dengan Alibaba dan laboratorium perusahaan dilaporkan melakukan 28,8 juta transaksi dengan model Anthropic. Perusahaan asal China menggunakan 25 ribu akun palsu selama periode 22 April dan 5 Juni, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (25/6/2026).
Anthropic juga menuliskan serangan distilasi ini diartikan sebagai pengabaian peringatan yang dilakukan oleh pemerintah Donald Trump.
Dua bulan sebelumnya Gedung Putih mengeluarkan memorandum yang menjanjikan bantuan deteksi pada perusahaan AI. Pihak pemerintah juga mengatakan siap berkoordinasi untuk melawan distilasi dalam skala industri.
"Kami percaya memerangi ancaman penyulingan ilegal butuh tindakan yang terkoordinasi dengan pemerintah dan industri. Kami akan terus bekerja sama dengan Kongres dan Administrasi untuk mempertahankan kepemimpinan AI Amerika," jelas juru bicara perusahaan.
Perwakilan Alibaba tidak segera menanggapi permintaan berkomentar.
Anthropic juga pernah mengidentifikasi kampanye penyaringan skala industri pada bulan Februari. Aksi itu dilakukan dari tiga laboratorium AI lainnya yakni DeepSeek, Moonshot dan MiniMax.
Kampanye ini, Anthropic menilai semakin intensif dan canggih. Perusahaan mendorong adanya kolaborasi dengan semua pihak, dari industri AI, penyedia layanna cloud dan pembuat kebijakan.
(fab/fab) Add
source on Google