Sekutu AS Mulai Muak Gara-Gara Ulah Trump, Blak-Blakan Bilang Begini

Redaksi,  CNBC Indonesia
25 June 2026 13:45
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat ia meninjau pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar yang akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Foto: Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat ia meninjau pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar yang akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). (REUTERS/Elizabeth Frantz)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ulah pemerintahan Donald Trump yang terus melancarkan pembatasan ekspor teknologi canggih ke China ternyata turut membuat negara lain susah. Pasalnya, kontrol ekspor itu tidak cuma berlaku untuk ekspor teknologi dari Amerika Serikat (AS) ke China, melainkan juga berdampak ke negara-negara sekutu AS.

Salah satunya Belanda yang merupakan 'rumah' bagi raksasa alat pembuat chip canggih ASML. Belanda dilaporkan tengah melobi AS untuk tidak memperluas kontrol ekspor peralatan chip ke China.

Pasalnya, jika AS memperluas pembatasan ekspor, hal ini akan menghambat ASML menjual peralatan-peralatannya ke China.

Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sjoerd Sjoerdsma, pada Selasa (23/6) waktu setempat, bertemu dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, serta para anggota parlemen di Washington.

Pertemuan itu terjadi di tengah perdebatan Kongres AS mengenai rancangan undang-undang yang disebut MATCH Act, yang akan melarang perusahaan pembuat chip asal China mengakses peralatan pembuat chip canggih dari AS dan negara sekutu.

"Sungguh luar biasa bahwa saya datang ke sini untuk memaparkan secara garis besar kekhawatiran kami kepada Kongres," ujar Sjoerdsma dalam wawancara dengan Bloomberg setelah pertemuan tersebut.

"Kami melakukannya karena kekhawatiran tersebut sangat signifikan dan karena taruhannya bagi Belanda bisa jadi sangat besar," ia menambahkan, dikutip dari Taipei Times, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah Belanda bertekad melindungi ASML, perusahaan yang berbasis di Veldhoven, Belanda, dan merupakan perusahaan paling bernilai di Eropa. China adalah pasar terpenting bagi perusahaan ini dan menyumbang 19% dari penjualan bersih sistem pada Q1 tahun ini, turun dari 36% pada kuartal sebelumnya.

Salah satu poin perluasan paling signifikan dalam rancangan undang-undang (RUU) AS tersebut adalah pembatasan terhadap seluruh mesin litografi DUV milik ASML. Langkah ini akan melengkapi pengendalian yang sudah ada terhadap mesin litografi EUV yang paling canggih. EUV tidak pernah diizinkan untuk diekspor ke China.

Pemerintah Belanda menentang RUU tersebut dan mengkritik sifat ekstrateritorialnya, karena aturan itu memaksakan pembatasan terhadap kebijakan perdagangan berdaulat negara lain.

"Kami ingin mencegah teknologi sensitif jatuh ke tangan pihak yang dapat membahayakan keamanan kami. Namun, hal itu harus dilakukan secara sukarela," ujar Sjoerdsma.

"Dan jika hal itu melibatkan paksaan lintas batas negara dan lintas Atlantik, yah, itu adalah keputusan yang harus kami ambil sebagai sebuah negara. Jadi, kami menganggap hal itu sangat disayangkan," ia menuturkan.

ASML, yang memiliki pelanggan seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan Samsung Electronics Co, dalam beberapa tahun terakhir telah terjepit di tengah regulasi pemerintah AS yang bertujuan membendung kemajuan teknologi chip China dengan alasan keamanan nasional.

Sjoerdsma mengatakan bahwa kunjungan pada hari Selasa itu akan diikuti oleh serangkaian pertemuan di Washington, di mana pemerintah Belanda akan mendesak para pejabat AS untuk mempertimbangkan kembali RUU MATCH tersebut.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article AS Curiga Ada Pengkhianat Menyusup ke China, Curhat ke Belanda


Most Popular
Features