Setelah 1.200 Tahun Akhirnya Mati, Inggris Berduka

Redaksi,  CNBC Indonesia
25 June 2026 06:40
Pohon Major Oak. (Dok. RSPB)
Foto: Pohon Major Oak. (Dok. RSPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pohon paling ikonik di Inggris, Major Oak, yang dikenal karena usianya yang sangat tua, ukuran raksasa, serta kaitannya dengan legenda Robin Hood, diyakini telah mati.

Kesimpulan itu disampaikan para ahli setelah pohon tersebut tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada musim semi tahun ini.

Major Oak merupakan pohon ek kuno yang diperkirakan telah tumbuh di Hutan Sherwood, Nottinghamshire, selama hingga 1.200 tahun. Pohon ini juga dikenal sebagai salah satu pohon ek terbesar di Britania Raya. Selama bertahun-tahun, para konservasionis berupaya melindungi pohon yang telah menarik jutaan pengunjung tersebut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi pohon raksasa itu terus memburuk.

Royal Society for the Protection of Birds (RSPB), lembaga konservasi yang mengelola Hutan Sherwood, mengungkapkan bahwa setelah musim semi pertama tanpa daun pada tahun ini, para ahli menyatakan Major Oak telah mati.

RSPB mengatakan penyebab pasti kematian pohon tersebut sulit dipastikan. Namun, kombinasi berbagai faktor diduga menjadi penyebab utama, termasuk bertahun-tahun intervensi struktural yang dilakukan dengan niat baik serta tingginya aktivitas manusia di sekitar pohon.

Lembaga itu juga menilai dampak perubahan iklim, termasuk gelombang panas dan kekeringan dalam beberapa tahun terakhir, memperparah tantangan yang secara alami dihadapi pohon seusianya.

Meski telah mati, RSPB memastikan Major Oak akan tetap berdiri di Hutan Sherwood sebagai monumen bagi manusia dan satwa liar. Bibit-bibit yang berasal dari pohon tersebut juga telah ditanam di berbagai belahan dunia.

Menurut legenda, Robin Hood pernah menggunakan batang Major Oak yang berongga sebagai tempat persembunyian. Rongga tersebut sebenarnya terbentuk akibat serangan jamur.

Pohon itu sempat memiliki berbagai nama. Namun sebutan "Major" melekat setelah pohon tersebut disebut dalam sebuah buku pada 1790 karya Mayor Hayman Rooke, mantan tentara Inggris yang tinggal di Mansfield Woodhouse, beberapa kilometer dari Hutan Sherwood setelah meninggalkan dinas militer.

Selain kisah legendaris yang menyelimutinya, bentuk fisik Major Oak juga menjadikannya ikon Nottinghamshire. Pohon tersebut memiliki cabang-cabang panjang yang khas, tajuk yang sangat lebar, serta batang berongga dengan keliling sekitar 11 meter.

Pada masa lalu, pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam rongga batang pohon. Namun sejak 1970-an, pagar dipasang mengelilingi pohon sehingga masyarakat hanya dapat menikmatinya dari kejauhan.

RSPB mengungkapkan upaya awal pelestarian pohon dilakukan dengan memasang penyangga pada sejumlah cabang besar. Meski bertujuan membantu mempertahankan pohon, langkah itu diduga justru turut berkontribusi terhadap kemundurannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli juga mencatat adanya penurunan yang signifikan pada kualitas dan jumlah daun yang tumbuh di Major Oak.

Upaya konservasi terbaru berfokus pada perbaikan kondisi tanah di bawah pohon yang mengalami pemadatan akibat jutaan langkah kaki pengunjung selama bertahun-tahun.

Menurut RSPB, tanah yang memadat membuat air hujan lebih sulit meresap dan menghambat sistem akar dalam menyerap oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan pohon.

Penasihat konservasi senior Woodland Trust, Ed Pyne, menyebut Major Oak sebagai "salah satu pohon terpenting di negara ini".

"Melihat kehilangan pohon seperti ini selalu sangat tragis," katanya, dikutip dari laporan BBC, Senin (22/6/2026).

"Major Oak mungkin merupakan pohon kuno paling terkenal di Inggris. Kami telah belajar begitu banyak dari pekerjaan yang kami lakukan, yang bisa diterapkan pada pohon-pohon lain di seluruh negeri."

Manajer Operasi Kawasan Hutan Sherwood RSPB, Chloe Ryder, mengatakan penyebab kematian pohon itu sangat kompleks. Namun ia sepakat bahwa aktivitas pariwisata turut berperan melalui pemadatan tanah di sekitar pohon.

Ia mengatakan para petugas telah melakukan segala yang mereka bisa sejak mengambil alih pengelolaan kawasan untuk mempertahankan kehidupan Major Oak.

"Pohon ini sangat penting bagi Hutan Sherwood. Kini kami mengetahui bahwa semuanya sudah terlambat, tepat di tahap akhir kehidupannya," ujarnya.

"Namun tidak ada lagi yang bisa kami lakukan, kecuali jika Anda bisa menciptakan mesin waktu," imbuhnya.

Pyne menambahkan bahwa Major Oak tidak akan langsung lenyap. Dalam proses pembusukan yang akan berlangsung selama beberapa dekade ke depan, pohon tersebut masih akan menjadi habitat bagi banyak hewan dan tumbuhan.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Tanam Pohon Saking Banyaknya, Satu Negara Berubah Total


Most Popular
Features