Perintah Trump, Satu Dunia Dilarang Pakai Teknologi Buatan Amerika

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 14:40 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat tiba untuk menyampaikan pidato di Rockland Community College di Suffern, New York, AS, 22 Mei 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anthropic, mantan pemasok tool AI untuk militer AS, kembali menjadi sorotan dunia saat memperkenalkan model 'Mythos'. Pasalnya, model canggih tersebut digadang-gadang mampu memperbaiki sekaligus mendeteksi kerentanan tersembunyi pada sistem digital.

Banyak negara yang memperingatkan bank-bank bahwa model Mythos bisa dimanfaatkan penjahat siber untuk mendeteksi kerentanan sistem dan melancarkan kampanye kejahatan siber. Hal ini membuat banyak negara waswas dan khawatir terkait keamanan nasional masing-masing.


Anthropic sampai harus menunda peluncuran resmi Mythos beberapa saat lalu. Setelah diluncurkan, Mythos 5 dan Fable 5 yang merupakan model paling canggih, kini terpaksa dilenyapkan.

'Senjata' Canggih AS Diblokir Buat Satu Dunia

Anthropic mengumumkan pada Jumat (12/6) lalu bahwa akses Mythos 5 dan Fable 5 telah diblokir untuk semua pengguna. Keputusan itu dilakukan setelah pemerintahan Donald Trump memberikan perintah tegas.

Anthropic menerima arahan pengendalian ekspor untuk menangguhkan akses ke Fable 5 dan Mythos 5 bagi semua warga negara asing, tanpa diberi perincian spesifik tentang kekhawatiran keamanan nasionalnya, kata Anthropic dalam sebuah pernyataan.

Anthropic memahami bahwa pemerintah percaya ada metode untuk melewati, atau "membobol," pengamanan yang akan mencegah Fable 5 digunakan dalam mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak, kata perusahaan itu.

Perintah tersebut muncul tepat ketika perselisihan sebelumnya antara pejabat pemerintahan Trump dan Anthropic yang akan melakukan IPO menunjukkan tanda-tanda mereda di beberapa bagian pemerintah AS.

Hubungan Anthropic dengan pemerintah memburuk tahun ini setelah menolak mengizinkan militer AS untuk menggunakan model AI-nya untuk pengawasan domestik dan sistem senjata otonom sepenuhnya. Pemerintah menanggapi dengan memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam rantai pasokan, yang akan berlaku akhir tahun ini.

Tindakan ini juga menandai peningkatan besar upaya AS untuk menghentikan kemampuan AI musuh asing. Selama bertahun-tahun, kontrol ekspor AS telah berfokus pada chip dan alat yang mendukung AI, bukan pada pembatasan akses asing ke AI itu sendiri.

Anthropic mengatakan pemerintah hanya memberikan "bukti lisan tentang potensi jailbreak yang sempit dan tidak universal".

"Kami tidak setuju bahwa temuan potensi jailbreak yang sempit seharusnya menjadi alasan untuk menarik kembali model komersial yang telah digunakan oleh ratusan juta orang," kata perusahaan itu, dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2026).

Arahan pemerintah dan tanggapan Anthropic menyoroti meningkatnya ketegangan antara pengembang AI dan regulator tentang bagaimana menilai risiko dari apa yang disebut "jailbreak," atau metode yang digunakan untuk melewati pengamanan model.

Baru-baru ini, Anthropic telah menyerukan pengawasan AS yang lebih besar terhadap AI, termasuk kemampuan untuk memblokir model dengan risiko yang tidak dapat diterima.

Namun, perusahaan itu mengatakan tindakan pemerintah pada hari Jumat tidak mengikuti prinsip-prinsip regulasi yang adil dan berbasis fakta.

Kepala petugas informasi Pentagon, Kirsten Davies, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Departemen Pertahanan mendukung prioritas keamanan nasional.

"Beberapa hal memang lebih penting daripada siklus pendapatan, clickbait, dan valuasi pra-IPO. Amerika yang Utama. Selalu," kata Davies.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Fortinet Accelerate 2026: Memimpin Keamanan Siber di Era AI