Syarat Pemasok Senjata Rahasia Amerika BikIn Bos Microsoft Bingung

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
20 July 2026 08:10
CEO Microsoft Satya Nadella memberi paparan pada gelaran Microsoft Build: Al Day Jakarta, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (30/4/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: CEO Microsoft Satya Nadella memberi paparan pada gelaran Microsoft Build: Al Day Jakarta, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (30/4/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fable buatan Anthropic kena kritikan tajam. CEO Microsoft Satya Nadella menyebut pembatasan permintaan pada model AI itu tidak masuk akal.

Kritikan itu disampaikannya kepada para insinyur yang mengerjakan AI Copilot milik perusahaan.

"Jika Anda menggunakan Fable, saat perangkat lunak itu menolak hal yang acak, rasanya seperti kapan terakhir kali Anda memiliki alat kreasi yang begitu terkontrol secara editorial?" ucap Nadella, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (17/7/2026).

"Itu tidak masuk akal," dia menegaskan.

Dalam halaman dukungan, Anthropic menjelaskan pengguna akan mendapatkan respons dari versi lebih lama saat menanyakan beberapa topik.

Bukan hanya Microsoft, penolakan ini juga telah dikritik oleh sejumlah pengguna media sosial.

Fable 5 diumumkan pada awal Juni lalu. Anthropic mengatakan model AI itu didesain untuk mengurangi kesalahan positif untuk permintaan yang diblokir.

Tiga hari setelah diluncurkan, Anthropic diketahui memutus akses Fable. Alasannya sebagai bentuk mematuhi arahan kontrol ekspor pemerintah AS.

Baru pada 1 Juli 2026, akses Fable dipulihkan. Perusahaan mengatakan telah menambahkan pengamanan baru pada model tersebut.

"Pengamanan baru akan menandai sebagian kecil permintaan tidak berbahaya dibandingkan dengan pengamanan Fable sebelumnya," kata Anthropic.

Pembatasan yang diterapkan di produk AI buatan Anthropic adalah buah dari hubungan buruk antara perusahaan tersebut dengan pemerintah AS. Anthropic tadinya adalah satu-satunya AI yang dipercaya untuk digunakan pemerintah AS dalam operasional harian.

Namun hubungan itu kemudian memanas, setelah Anthropic menolak mengizinkan militer AS menggunakan model AI untuk melakukan pengawasan dan sistem senjata otonom sepenuhnya.

Tak tinggal diam, AS juga melakukan aksi balas dendam. Pemerintahan Donald Trump memasukkan Anthropic dalam daftar hitam keamanan nasional.

Selain itu, pemerintah AS memerintahkan penangguhan ekspor Mythos dan Fable yang dimiliki Anthropic ke berbagai negara di seluruh dunia. Pihak pemerintah beralasan karena adanya kekhawatiran keamanan nasional.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Masuk Daftar Hitam, Pemasok Senjata Canggih AS Menang Lawan Trump


Most Popular
Features