Iran Ancam Hancurkan Kerajaan Bisnis Elon Musk Sampai Rata Tanah

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 15:05 WIB
Foto: AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal melakukan negosiasi untuk gencatan senjata di Timur Tengah. Terbaru, Iran kembali mengancam akan menghancurkan aset bisnis asal AS yang beroperasi di kawasan tersebut.

Kali ini, kerajaan bisnis Elon Musk di Timur Tengah menjadi target militer Iran, termasuk layanan internet satelit Starlink di bawah SpaceX. Hal ini diungkap media pemerintah Iran Fars pada Kamis (11/6) waktu setempat, dikutip dari CNBC International.


"Iran menargetkan semua kepentingan yang terkait dengan kepemilikan ekonomi yang dikelola oleh Elon Musk di Asia Barat, termasuk stasiun bumi Starlink regional," menurut unggahan yang diterjemahkan di halaman Telegram Fars, dikutip dari CNBC International, Jumat (12/6/2026).

Starlink memegang peran sentral dalam operasi militer AS melawan Iran. Layanan internet satelit itu mendukung persenjataan berteknologi tinggi AS, mulai dari drone, kapal pengintai, hingga sistem serang tanpa awak.

Iran menegaskan AS telah melakukan kejahatan perang dengan dukungan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Musk, lapor Fars, mengutip "sumber yang terinformasi."

"Republik Islam Iran berhak menyerang semua fasilitas yang terkait dengan kepemilikan [Musk] di wilayah tersebut dan wilayah pendudukan," kata sumber itu.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebelumnya telah mengancam menargetkan raksasa-raksasa teknologi AS lainnya, meliputi Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.

Laporan Fars muncul bersamaan dengan peringatan dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran melalui akun media sosialnya. "AS akan menyerang Iran dengan dahsyat malam ini," kata Trump pada Kamis (11/6) kemarin.

Dalam unggahan yang sama, Trump mengatakan AS akan mengambil alih Kharg Island, yakni hub pusat ekspor minyak Iran, bersamaan dengan titik-titik kunci infrastruktur minyak Iran.

SpaceX dan Gedung Putih tidak segera merespons permintaan komentar dari CNBC International terkait laporan dari Fars.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Penolakan Starlink di Namibia