MARKET DATA

Jelang Akhir Pekan, Bursa Asia Mayoritas Hijau

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
12 June 2026 09:04
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a b
Foto: Bursa Tokyo (REUTERS/Issei Kato)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia pada perdagangan jelang akhir pekan pagi menunjukkan mayoritas indeks bergerak di zona hijau. Sentimen tersebut seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi global dan meredanya kekhawatiran atas konflik geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan, pada pukul 08:23 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2.250,08 poin atau 3,50% ke level 66.467,35.

Sementara itu, indeks KOSPI Korea Selatan mencatat kenaikan paling tajam di kawasan dengan melesat 590,73 poin atau 7,61% ke posisi 8.354,68.

Selanjutnya, bursa Australia, indeks S&P/ASX 200 turut bergerak positif dengan kenaikan 153,70 poin atau 1,78% menjadi 8.786,90.

Berbeda dengan mayoritas bursa Asia lainnya, pasar saham China bergerak terbatas. Indeks Shanghai Composite tercatat melemah tipis 1,163 poin atau 0,03% ke level 3.985,852.

Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada Kamis malam seiring para pelaku pasar menanti penawaran umum perdana (IPO) bersejarah SpaceX pada Jumat.

Kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,2%, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,2%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 59 poin, atau 0,1%.

Mengutip CNBC Internasional, saham-saham melonjak pada Kamis, seiring dengan rebound saham-saham chip dan sinyal dari Presiden Donald Trump bahwa AS dan Iran dapat segera menandatangani kesepakatan damai.

Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan segera ditandatangani, dan dokumen-dokumennya sudah hampir final.

"Ini seharusnya bisa diselesaikan, dan seharusnya bisa diselesaikan dengan cukup cepat," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Trump menambahkan bahwa berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Saham-saham sempat menguat pada awal hari itu, setelah Trump mengatakan dalam sebuah postingan di Truth Social bahwa ia telah membatalkan serangan terhadap Iran yang semula direncanakan pada Kamis malam.

Di sisi lain, pada Jumat, para investor menyoroti SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk, yang akan debut di bursa Nasdaq. SpaceX, yang akan go public dengan kode saham SPCX, telah menetapkan harga tetap sebesar US$135 per saham, yang akan menempatkan valuasi perusahaannya di angka US$1,77 triliun.

Perusahaan ini berencana menjual 555,6 juta saham, yang berarti penggalangan dana sebesar US$75 miliar, yang akan menjadi penawaran umum perdana terbesar dalam sejarah. Jumlah ini lebih dari tiga kali lipat penawaran Alibaba sebesar US$22 miliar pada tahun 2014, yang saat ini merupakan IPO terbesar di AS hingga saat ini.

Jika IPO berjalan sesuai rencana, hal ini berpotensi menjadi katalisator utama bagi pergerakan saham pada hari Jumat. Namun, sejumlah investor khawatir bahwa karena skala penawaran yang sangat besar, hal ini dapat memberikan tekanan pada pasar.

Meskipun pasar mampu menyerap saham-saham baru SpaceX ini, IPO dikenal memiliki volatilitas tinggi, dan penawaran pada hari Jumat berpotensi memicu pergeseran kepemimpinan di sektor teknologi seiring investor mencari modal untuk mendanai emisi baru mereka.

 

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Rontok Usai Iran Serang Israel, Kospi Ambles 8%


Most Popular
Features