Bursa Asia Dibuka Keok Dibayangi Alotnya Negosiasi AS-Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/2026) di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Melansir CNBC, sentimen tersebut membuat investor cenderung berhati-hati meskipun indeks saham utama Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka turun 0,52%, sementara Topix terkoreksi lebih dalam sebesar 0,98%. Tekanan juga terjadi di Korea Selatan dengan indeks Kospi turun 0,32% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq anjlok 2,5%.
Pasar saham Australia turut bergerak di zona merah dengan indeks S&P/ASX 200 melemah 0,67%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.207, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 25.398,18.
Pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru hubungan AS dan Iran setelah Presiden AS Donald Trump meremehkan kemungkinan gagalnya pembicaraan damai dengan Teheran. Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan dirinya tidak terlalu peduli jika negosiasi tersebut berakhir.
"Saya tidak peduli jika pembicaraan itu berakhir, sejujurnya. Saya benar-benar tidak peduli," kata Trump, seraya menambahkan bahwa proses negosiasi yang berlangsung lama mulai terasa membosankan.
Pernyataan Trump muncul setelah laporan yang menyebut para negosiator Iran tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri pembicaraan dengan Washington. Iran juga disebut mempertimbangkan langkah untuk memblokir sepenuhnya Selat Hormuz sebagai respons atas kampanye militer Israel di Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Meski demikian, Trump mengatakan pihak Iran belum menyampaikan secara langsung bahwa mereka akan menghentikan proses negosiasi. Saat ditanya apakah pejabat Iran telah memberitahunya mengenai penghentian pembicaraan, Trump menjawab, "Tidak, mereka belum melakukannya."
Kekhawatiran pasar juga tercermin dari pergerakan kontrak berjangka saham AS. Futures S&P 500 turun 0,2%, Nasdaq 100 futures melemah 0,3%, sementara futures Dow Jones Industrial Average turun 122 poin atau sekitar 0,2%.
Meski demikian, Wall Street berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat. Kenaikan saham-saham teknologi yang dipimpin Nvidia setelah peluncuran chip baru untuk komputer pribadi berhasil menopang sentimen pasar.
Indeks S&P 500 naik 0,26% dan ditutup di level 7.599,96, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,42% ke posisi 27.086,81. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 46,42 poin atau 0,09% menjadi 51.078,88.
Ketiga indeks utama AS tersebut sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru sebelum akhirnya juga ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Penguatan Wall Street menunjukkan optimisme investor terhadap sektor teknologi masih mampu mengimbangi kekhawatiran geopolitik dan kenaikan harga minyak.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]