Gebrakan Luhut, Bagi-Bagi Uang Rp 5,4 Juta Per Orang Pakai AI

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 09:20 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bakal menggunakan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membagikan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat miskin atau tidak mampu. Hal ini diungkap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026).

Dia menjelaskan teknologi itu dimanfaatkan untuk menyaring dan mengelompokkan masyarakat yang masuk dalam daftar.

Lebih lanjut dia mengatakan bansos tidak akan dibagikan dalam bentuk barang. Melainkan disalurkan dalam bentuk uang dengan skema direct cash transfer, dengan besaran hingga Rp 5,4 juta per orang.


"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut.

Penggunaan AI dalam penyaluran AI sudah dilakukan dalam pilot project di Banyuwangi, Jawa Timur. Program awal itu diklaim telah berhasil dan tengah disosialisasikan kepada 42 kabupaten/kota.

Jika semua program ini sukses, Luhut mengungkapkan rencananya akan diluncurkan secara nasional pada Oktober mendatang.

"Kita belajar dari model ini nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional seluruh 514 kabupaten dan kota, dan kemudian Presiden kami lapori," kata Luhut.

Luhut meyakini sistem yang diadopsi akan memberikan penghematan anggaran hingga puluhan bahkan ratusan miliar.

Tak hanya itu, Luhut mengumumkan pemerintah bakal meluncurkan identitas data tunggal atau Digital Single ID yang terintegrasi akhir tahun ini. Program tersebut akan membuat bansos menjadi lebih tepat sasaran di masa depan.

"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar," tegas Luhut.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI