Komdigi Sebut Bansos Bakal Dibagikan ke 50 Juta Warga RI Pakai AI

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
23 June 2026 15:50
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi Artificial Intelligence (AI) bakal digunakan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos). Target program ini mencapai 50 juta penerima bansos.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menjelaskan pemerintah berencana melakukan intervensi digital melalui bansos. Sebelumnya, uji coba telah dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dia mengklaim adopsi itu akan menjadi salah satu inisiatif inklusi keuangan digital terbesar dunia.

"Karena angkanya penerimanya itu kurang lebih, 18 juta keluarga atau setara dengan 50 juta, manusia Indonesia," kata Meutya dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

"Dan kalau sudah nanti, berhasil diadopsi, ini menjadi salah satu, yang pertama di dunia," dia menambahkan.

Wacana penggunaan AI untuk penyaluran bansos sebelumnya juga telah diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Pemanfaatan teknologi itu bisa meningkatkan efisiensi anggaran negara dan memastikan bantuan lebih tepat sasaran.

Nantinya, bansos tidak lagi berfokus pada pemberian barang. Namun, fokus kepada individu yang benar-benar membutuhkan berdasarkan perhitungan dan pemetaan data pemerintah.

"Jadi, misalnya nih, kalau bansos ini on target, dan kemudian kita nanti berikan tidak lagi kepada subsidi, kepada barang, tapi subsidi pada orang yang dihitung oleh Menteri Sosial, itu kira-kira 5,4 juta rupiah," kata Luhut saat memberikan sambutan di acara Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bansos Pakai Teknologi Scan Wajah, Negara Bakal Hemat Gede-gedean


Most Popular
Features