Mimpi China Jadi Raja Mobil Dunia, Jepang Harus Waspada

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 10/06/2026 15:25 WIB
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri otomotif China berkembang makin pesat, terutama di sektor mobil listrik (EV). Ekspansi besar-besaran BYD, Wuling, dan Chery, di seluruh dunia telah menekan raja-raja lama dari Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat (AS).

Terbaru, Chairman BYD Wang Chuanfu, berani mematok target ambisius. Wang mengatakan dalam 5 tahun ke depan, BYD akan menjadi produsen mobil terbesar di dunia.


Hal ini diungkap saat perusahaan mengalami tekanan penurunan harga saham. Sebagai informasi, BYD saat ini berada di peringkat ke-6 di jejeran industri otomotif secara global dengan 4,6 juta unit mobil terjual.

Namun, BYD mengalami tekanan persaingan di pasar domestik yang berdampak pada penurunan penjualan sepanjang tahun lalu, dikutip dari Reuters, Rabu (10/6/2026).

Saham perusahaan sudah anjlok lebih dari 45% dari puncaknya di bursa Hong Kong pada tahun lalu. Sementara itu, sahamnya yang terdaftar di bursa Shenzhen mengalami koreksi 33%.

Berbicara pada rapat pemegang saham tahunan perusahaan di kantor pusatnya di Shenzhen, Wang berpidato di hadapan hampir 1.000 pemegang saham. Ia menekankan fokus pada peningkatan produksi Baterai Blade generasi kedua, yang ia identifikasi sebagai hambatan pertumbuhan utama tahun ini, menurut Shanghai Securities News. Laporan tersebut dikonfirmasi oleh seorang peserta rapat.

"BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor 1 secara global dalam hal skala dalam 5 tahun," kata Wang, menyoroti ekspor perusahaan yang kuat dan kemajuan teknologi, termasuk peningkatan teknologi baterai dan pengisian cepat yang menurutnya akan mendorong pertumbuhan di dalam dan luar negeri.

Pada Rabu (10/6) waktu setempat, BYD mengonfirmasi pernyataan Wang yang menginginkan perusahaan menjadi raja otomotif nomor 1 di dunia. Namun, perusahaan tak merespons pertanyaan tambahan dari Reuters terkait detail pertemuan sebelumnya.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, BYD harus 'menyingkirkan' Toyota Motor asal Jepang yang mencatat penjualan dua kali lipat lebih banyak ketimbang BYD sepanjang 2025.

Toyota memang makin terguncang dengan pangsa pasar yang tergerus di beberapa wilayah seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah. Wilayah-wilayah tersebut mencatat pertumbuhan signifikan bagi produsen mobil China pada tahun ini, menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA).

Ekspor BYD dari Januari-Mei 2026 tumbuh 65% dibandingkan tahun sebelumnya. Negara-negara seperti Brasil, Inggris, dan Australia, tercatat sebagai pasar terbesarnya.

Kendati demikian, kinerja penjualan yang moncer secara global berbanding terbalik dengan kinerja penjualan domestik di China. Pada periode yang sama, penjualan BYD di China anjlok 20%.

Pada Rabu pagi ini, saham BYD di Hong Kong dan Shenzhen kompak menurun, masing-masing 4,3% dan 1,6%.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?