Hilang Ditemukan di Tengah Hutan, Ahli Nuklir AS Tewas Satu Per Satu

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 09:10 WIB
Foto: Hutan. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Misteri hilangnya pegawai laboratorium nuklir, akhirnya menemui titik terang setelah jasadnya ditemukan di kawasan Hutan Nasional Carson, New Mexico. Pekerja di Nasional Los Alamos itu ditemukan setahun sejak ia dilaporkan menghilang tanpa jejak.

Polisi Negara Bagian New Mexico mengidentifikasi jasad Casias, 54 tahun, pada Senin waktu setempat. Tim pencari menemukan jasadnya sekitar 9,6 kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat hidup pada 26 Juni 2025.

Pihak penyidik juga menemukan sebuah pistol di dekat jasad Casias di area McGaffey Ridge. Namun hingga kini, penyidik belum dapat memastikan penyebab maupun waktu kematiannya, demikian dikutip dari, Senin (8/6/2026).


Seorang pendaki menemukan jasad Casias di kawasan yang sejak Desember lalu rutin menjadi lokasi proyek restorasi Dinas Kehutanan Amerika Serikat (US Forest Service).

Casias bekerja sebagai asisten administrasi di Laboratorium Nasional Los Alamos, fasilitas penelitian yang didirikan pada era Perang Dunia II untuk mendukung Proyek Manhattan dan hingga kini berperan penting dalam riset senjata nuklir Amerika Serikat.

Sebelum menghilang, Casias menghapus seluruh data dari telepon genggamnya, meninggalkan ponsel dan identitas diri di rumahnya di Ranchos de Taos, New Mexico.

Pada hari yang sama, ia sempat mengantar suaminya, Mark Casias, yang juga bekerja di Los Alamos, ke tempat kerja. Kepada keluarganya, Casias mengaku lupa membawa kartu identitas pegawai sehingga berencana bekerja dari rumah.

Rekaman kamera pengawas terakhir menunjukkan Casias berjalan seorang diri di State Road 518 sekitar pukul 14.20 waktu setempat.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki apakah pistol yang ditemukan merupakan milik Casias serta menelusuri asal-usul senjata tersebut.

Kasus Casias menambah daftar hilang dan kematian misterius yang menimpa individu yang memiliki keterkaitan dengan program pertahanan, nuklir, dan riset kedirgantaraan AS.

Sebelumnya, mantan pegawai Los Alamos Anthony Chavez dilaporkan hilang tanpa jejak pada Mei 2025. Beberapa bulan kemudian, kontraktor pemerintah Steven Garcia juga menghilang setelah meninggalkan rumahnya hanya dengan membawa pistol.

Rangkaian kasus serupa juga melibatkan sejumlah ilmuwan dan peneliti. Pada 2023, ilmuwan senior NASA Michael David Hicks meninggal dunia.

Setahun berikutnya, spesialis riset antariksa Frank Maiwald meninggal, sementara insinyur dirgantara NASA Monica Reza dilaporkan hilang saat mendaki di kawasan hutan Los Angeles.

Kasus lain yang masih menjadi perhatian adalah hilangnya mantan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS William Neil McCasland. FBI kini terlibat dalam pencarian tokoh yang pernah memimpin sejumlah proyek riset kedirgantaraan canggih milik Pentagon tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah ilmuwan terkemuka juga meninggal dunia. Profesor MIT Nuno FG Loureiro tewas ditembak pada Desember 2025, sementara astrofisikawan California Institute of Technology Carl Grillmair meninggal akibat penembakan pada Februari lalu.

Banyak dari mereka yang hilang atau meninggal diketahui memiliki keterkaitan dengan penelitian mengenai UFO.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?