Spanyol Terapkan Aturan RI, Makin Banyak Negara yang Ikutan

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Jumat, 29/05/2026 13:50 WIB
Foto: Bendera Spanyol (REUTERS/Sergio Perez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Spanyol memblokir akses ke Polymarket di tengah penyelidikan dugaan operasi tanpa lisensi perjudian.

Langkah ini menambah daftar negara yang mengambil tindakan terhadap platform prediction market tersebut, termasuk Indonesia yang pekan lalu lebih dulu memutus akses ke Polymarket.


Sudah ada beberapa negara yang juga membatasi akses Polymarket, antara lain Amerika Serikat (AS), Kuba, Venezuela, Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, India, Sudah, dan Australia.

Kementerian Hak Konsumen Spanyol pada Selasa (26/5) mengumumkan telah membuka proses disipliner terhadap platform asal Amerika Serikat tersebut.

Pemerintah setempat menyebut Polymarket diduga belum memiliki izin administratif yang diwajibkan untuk menawarkan layanan prediction market kepada warga Spanyol.

Selama proses investigasi berlangsung, akses terhadap situs Polymarket diblokir sementara di Spanyol. Pemerintah memperkirakan keputusan final akan ditetapkan dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Dalam keterangannya, otoritas Spanyol menegaskan prediction market dikategorikan sebagai perjudian ketika melibatkan taruhan berbasis uang atas hasil masa depan yang belum pasti.

"Di Spanyol, sejalan dengan yurisdiksi Eropa lainnya, prediction market dianggap sebagai perjudian ketika taruhan dipasang pada hasil yang belum pasti. Karena itu, operasionalnya memerlukan lisensi khusus," tulis kementerian tersebut, dikutip dari The Guardian, Jumat (29/5/2026).

Untuk memperoleh lisensi itu, Polymarket diwajibkan memenuhi sejumlah perlindungan, seperti sistem verifikasi identitas dan mekanisme untuk mencegah akses anak-anak, serta orang yang telah memutuskan mengecualikan diri atau dilarang berjudi.

Kementerian juga menyebut telah berupaya menghubungi Polymarket sebelum melakukan pemblokiran, namun upaya itu tidak berhasil.

Juru bicara Polymarket mengatakan pihaknya berkomitmen menjalin dialog konstruktif dengan otoritas di setiap yurisdiksi.

"Kami menyambut kesempatan untuk bekerja sama dengan Spanyol dalam mencari jalan ke depan yang mendukung inovasi yang bertanggung jawab, transparansi, dan perlindungan pengguna di prediction market," ujarnya.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya telah memblokir situs Polymarket karena terindikasi judi online berkedok prediction market. Selain memutus akses ke situs utama, pemerintah juga menelusuri akun media sosial yang terafiliasi untuk dilakukan pembatasan di berbagai platform.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan platform yang memfasilitasi taruhan berbasis uang atas hasil atau kejadian tertentu tetap masuk kategori judi online, meskipun dibungkus dengan teknologi blockchain maupun aset kripto.

"Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia," ujar Alex dalam keterangan resmi.

Menurut Komdigi, tindakan tegas Indonesia juga selaras dengan yurisdiksi global. Selain Spanyol, negara seperti Singapura, Brasil, dan India telah melakukan pemblokiran resmi terhadap Polymarket. Sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang juga menerapkan pembatasan akses sesuai aturan nasional masing-masing.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI