Serang Venezuela, Ordal Donald Trump Langsung Cuan Rp 6,7 Miliar

Redaksi,  CNBC Indonesia
07 January 2026 15:25
Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Eduardo Munoz)
Foto: Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Eduardo Munoz)

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang dalam di pemerintahan Presiden Donald Trump diduga cuan hingga US$ 400 ribu atau Rp 6,7 miliar dari pasar taruhan setelah Nicolas Maduro diculik oleh tentara AS dari Venezuela.

Uang tersebut diraup dari platform pasar taruhan online Polymarket. Polymarket membuka pasar taruhan untuk segala macam peristiwa, mulai dari skor review film yang akan dirilis hingga hasil pemilu.

Menurut Futurism, sebuah akun memasang taruhan senilai US$ 30 ribu untuk dua prediksi per yaitu "Maduro akan lengser" dan "tentara AS bakal masuk ke Venezuela" pada 31 Januari 2026. Akun tersebut menang besar setelah Trump mengumumkan Maduro sudah ditangkap oleh tentara AS. Joe Pompliano, pebisnis dalam bidang olahraga, memperkirakan akun tersebut meraup US$ 400 ribu dalam 24 setelah memasang taruhan.

"Sangat mencurigakan. Insider trading tak hanya dibolehkan di pasar prediksi, malah didorong," kata Pompliano.

Polymarket dan Kalshi menyebut platformnya sebagai pasar prediksi. Selain isu Venezuela, pengguna juga memasang berbagai macam taruhan isu geopolitik di Polymarket seperti aksi tentara di Ukraina.

Reuters melaporkan Trump Media and Technology Group, perusahaan yang berada di balik Truth Social, sedang menjajaki platform serupa tersedia di media sosial milik keluarga Donald Trump tersebut.

Pemilik akun Polymarket yang meraup cuan dari pertaruhan soal Venezuela tidak diketahui. Akun di Polymarket didesain untuk anonim dan bayarannya diberikan dalam bentuk aset kripto sehingga sulit dilacak.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Usai Intel, Trump Siap Akuisisi Perusahaan AS Lainnya


Most Popular
Features