Pasang Taruhan Sehari Sebelum Iran Dibom, 6 Orang Untung Rp 27 Miliar

dem,  CNBC Indonesia
04 March 2026 19:20
Ribuan orang membawa poster bergambar mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, saat menggelar aksi unjuk rasa menentang serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran di Sanaa, Yaman, Minggu (1/3/2026). Aksi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul kabar pembunuhan pemimpin tertinggi Iran itu. (REUTERS/Khaled Abdullah)
Foto: (REUTERS/Khaled Abdullah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 6 akun berhasil meraup US$ 1,2 juta (Rp 27 miliar) di Polymarket dengan bertaruh atas serangan militer Amerika Serikat ke Iran. Anehnya, semua akun tersebut baru memasang taruhan beberapa jam sebelum AS mengebom Iran.

Menurut Bloomberg, enam akun tersebut baru dibuat pada Februari. Satu-satunya aktivitas mereka di Polymarket adalah bertaruh Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menyerang Iran. 

Menurut perusahaan analisis Bubblemaps SA, keenam akun meraih untung US$ 1,2 juta dengan bertaruh bahwa serangan AS ke Iran akan terjadi pada akhir Februari.

Aktivitas serupa di Polymarket, platform "investasi" untuk menebak segala jenis peristiwa, juga terjadi saat Trump menculik Nicolas Maduro dari Venezuela.

Kabar tersebut membuat anggota Kongres AS, Senator Chris Murphy, murka.

"Gila ini sesuatu yang legal. Orang di sekitar Trump meraup untung dari perang dan kematian. Saya mengusulkan RUU segera untuk melarang hal seperti ini," kata Murphy.

Selain enam akun yang mencurigakan, banyak pengguna Polymarket lain yang bertaruh Iran bakal diserang. Volume perdagangan kontrak soal waktu serangan AS ke Iran di Polymarket mencapai US$ 90 juta.

Kecurigaan soal orang dekat Trump sulit dibuktikan karena akun di Polymarket bersifat anonim sehingga identitas orang yang bertaruh tidak bisa diketahui.

Adapun platform serupa Polymarket, Kalshi, mengharuskan pengguna melakukan verifikasi identitas. Ketentuan ini membuat Kalshi bisa mencegah terjadinya insider trading. Contohnya, pekan lalu Kalshi menindak editor video yang bekerja untuk MrBeast karena bertaruh soal salah satu peristiwa pertaruhan.

Serangan AS dan Israel ke Iran menewaskan Ali Khamenei, pemimpin besar Iran. Iran membalas serangan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas milik AS di negara-negara Timur Tengah.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis Baru Hantam Iran, Presiden Keluarkan Peringatan Bencana Besar


Most Popular
Features