Internasional

48.000 Buruh Mogok Nasional Mulai Besok, Negara Terancam Kolaps

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 14:10 WIB
Foto: Ribuan serikat pekerja di Samsung Electronics menghadiri aksi unjuk rasa di Korea Selatan pada Kamis (23/4/2026). Aksi ini digelar menjelang ancaman mogok kerja bulan depan yang berpotensi mengganggu pasokan chip, di tengah lonjakan permintaan akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serikat pekerja Samsung Electronics akan melancarkan aksi mogok kerja nasional mulai Kamis (21/5) besok di Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan 48.000 karyawan akan kompak meninggalkan pekerjaan mereka hingga 18 hari ke depan.

Aksi mogok kerja ini merupakan bentuk protes para pekerja Samsung yang menuntut perubahan skema gaji dan bonus yang lebih transparan berdasarkan kinerja. Negosiasi antara pihak manajemen dan serikat pekerja sudah berlangsung beberapa kali, tetapi belum menemui titik tengah.


Bahkan, pemerintah Korea Selatan ikut turun tangan menjadi mediator dalam negosiasi tersebut. Pasalnya, pemogokan kerja ini dinilai akan mengancam stabilitas ekonomi Korea Selatan dan pasokan semikonduktor global.

Ketua serikat pekerja Choi Seung-ho mengatakan pemogokan selama 18 hari akan tetap berlangsung karena pihak manajemen belum mencapai kesepakatan terkait satu poin penting yang tersisa dalam perundingan yang dimediasi pemerintah.

"Saya ingin menegaskan bahwa kami sudah menerima proposal final yang dipaparkan mediator pemerintah. Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam dan merasa kecewa, tetapi serikat pekerja berencana untuk melanjutkan pemogokan sesuai dengan hukum," kata Choi, dikutip dari Reuters, Rabu (20/5/2026).

Dalam pernyataannya, pihak manajemen Samsung mengatakan serikat pekerja bersikeras pada tuntutan yang tidak dapat diterima. Salah satunya mencakup besaran bonus untuk unit yang merugi.

"Alasan kesepakatan tidak dapat dicapai adalah tuntutan berlebihan dari serikat pekerja yang akan merusak prinsip-prinsip dasar manajemen perusahaan," kata perwakilan Samsung. Saham raksasa Korea Selatan turun 3,1% setelah berita tersebut.

Serikat pekerja menuntut Samsung menghapus batasan bonus sebesar 50% dari gaji tahunan, serta mengalokasikan 15% dari laba operasional tahunan untuk bonus. Mereka meminta perubahan ini diformalkan lebih dari satu tahun.

Pemerintah Korea Selatan pada akhir pekan lalu mengancam untuk turun tangan dan memerintahkan arbitrase darurat. Alasannya, pemerintah menilai aksi mogok kerja akan berdampak buruk terhadap perekonomian nasional.

Langkah tersebut, yang jarang digunakan, akan mencegah pemogokan berlangsung selama 30 hari, sementara pemerintah menengahi pembicaraan.

Samsung menyumbang hampir seperempat dari ekspor Korea Selatan. Perusahaan ini juga merupakan pembuat chip memori terbesar di dunia. Gangguan produksi dapat mengurangi pasokan global pada saat booming AI telah menyebabkan krisis kelangkaan chip memori di seluruh dunia.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Modal & Jurus Ekspansi RI Jadi Hub Data Center ASEAN Era AI