Puluhan Juta Jiwa Tewas dan Negara Runtuh, Bulan Depan Lebih Parah

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 12/05/2026 14:00 WIB
Foto: Panas ekstrem dijadi ancaman yang menyebabkan gagal panen. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena El Nino yang diproyeksikan mulai muncul bulan depan diperkirakan bakal menjadi yang paling parah sejak 1877. El Nino yang terjadi nyaris 150 tahun silam tersebut padahal menyebabkan kematian puluhan jutaan orang di seluruh dunia.

Menurut Washington Post yang dikutip oleh Futurism, El Nino 2026 berpotensi menjadi fenomena iklim yang paling dahsyat sepanjang sejarah.

Selama 3 bulan berturut-turut, model iklim memprediksi fenomena "El Nino monster" atau "El Nino Godzilla." Nama itu diberikan karena selama periode El Nino suhu Bumi diproyeksikan bakal mencetak rekor terpanas. Frekuensi dan intensitas kekeringan, kelembaban, hingga banjir juga diduga memuncak.


Paul Roundy, profesor sains atmosfer dari University at Albany menyatakan bahwa ilmuwan makin yakin bahwa El Nino tahun ini adalah yang terbesar sejak 1870-an.

El Nino terparah yang tercatat dalam sejarah terjadi pada 1877. David Wallce-Wells menyatakan pada periode tersebut banjir, kekeringan, dan suhu panas berdampak luar biasa ke manusia di seluruh dunia.

Di India, China, Mesir, dan Brasil terjadi bencana kelaparan yang menewaskan puluhan juta jiwa. Bencana kelaparan kemudian diikuti oleh wabah penyakit, terutama penularan kolera, yang merambat hingga kota-kota besar di negara Barat. 

Dampak politik dari El Nino pada 1877 juga terasa di seluruh dunia. Negara-negara koloni di Asia, Afrika, dan Amerika runtuh dihantam berbagai bencana sehingga bisa dikuasai penuh oleh pemerintah penjajah.

Menurut Futurism, dampak El Nino pada 2026 bisa menyebabkan tekanan politik yang sama beratnya. Namun, dampaknya tidak akan merata. China, misalnya, dinilai memiliki sumber daya pangan dan energi yang independen dibanding India yang bergantung terhadap pasokan dari negara lain.

"Apa yang akan terjadi setelahnya, seperti biasa, akan berdampak sama besarnya ke ekonomi politik, bukan hanya ke iklim," kata Wallace-Wells.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Fortinet Accelerate 2026: Memimpin Keamanan Siber di Era AI