China Berulah, Amerika Perintahkan Satu Dunia Bertindak

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Senin, 27/04/2026 16:30 WIB
Foto: REUTERS/FLORENCE LO

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan seluruh jaringan diplomatiknya di dunia untuk mengambil sikap terkait dugaan pencurian teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan China, termasuk DeepSeek.

Instruksi tersebut tertuang dalam jaringan diplomatik yang dikirim ke kantor-kantor diplomatik dan konsuler AS di seluruh dunia. Dalam dokumen itu, diplomat AS diminta menyampaikan kekhawatiran mengenai praktik ekstraksi dan distilasi model AI milik AS oleh China.


"Permintaan terpisah juga telah dikirim ke Beijing untuk disampaikan ke pemerintah pusat," demikian isi dokumen tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (27/4/20260.

Washington menilai perusahaan China melatih model AI murah menggunakan keluaran dari sistem AI AS yang lebih mahal dan canggih. Teknik ini dikenal sebagai distilasi, yakni melatih model kecil dari hasil model besar untuk menekan biaya pengembangan.

Gedung Putih sebelumnya juga melontarkan tuduhan serupa. Bahkan OpenAI telah memperingatkan anggota parlemen AS bahwa DeepSeek mencoba mereplikasi model perusahaan AI Amerika untuk digunakan dalam pelatihan sistem mereka sendiri.

Namun China membantah keras tuduhan tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menyebut klaim pencurian kekayaan intelektual AI sebagai tuduhan tidak berdasar dan serangan terhadap perkembangan industri AI China.

"Tuduhan bahwa entitas China mencuri kekayaan intelektual AI Amerika tidak berdasar dan merupakan serangan yang disengaja terhadap perkembangan dan kemajuan China di industri AI," kata pernyataan tersebut.

Di tengah tuduhan ini, DeepSeek justru memperkenalkan pratinjau model AI terbaru V4 yang dikembangkan untuk chip Huawei. Langkah ini menegaskan ambisi China memperkuat kemandirian teknologi AI di tengah tekanan Barat.

Meski sejumlah negara Barat dan sebagian Asia telah melarang penggunaan DeepSeek karena kekhawatiran privasi data, model perusahaan tersebut tetap menjadi salah satu yang paling banyak digunakan di platform open-source global.

Dalam kabel tersebut, AS juga memperingatkan bahwa model AI hasil distilasi ilegal dapat terlihat memiliki performa setara dengan biaya jauh lebih murah, namun berisiko menghapus protokol keamanan serta mekanisme netralitas sistem.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Lawan Dominasi China, AS Bentuk Blok Dagang Mineral Kritis