Ada Patahan Aktif di Majalengka, Sumedang, dan Subang, Ini Titiknya

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Minggu, 26/04/2026 21:15 WIB
Foto: Peta Jawa Barat. (Dok. istimewa via Detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan temuan krusial terkait keberadaan zona patahan aktif yang melintasi wilayah Jawa Barat, termasuk di area infrastruktur vital jalan tol. Penemuan ini merupakan hasil dari kegiatan monitoring lapangan Tim Survei Pemetaan Patahan Aktif di Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Subang guna memetakan potensi risiko bencana tektonik.

Mengutip rilis resmi kementerian, Kepala Pusat Survei Geologi Edy Slameto bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PSG melaksanakan pemantauan langsung terhadap tim peneliti pada Kamis, (16/10/2025). Kegiatan pada Kamis tersebut difokuskan untuk memastikan kelancaran survei serta melihat langsung kondisi geologi yang berkaitan dengan potensi patahan aktif di wilayah tersebut.

Edy menjelaskan bahwa pemantauan ini sangat krusial untuk menjamin keakuratan data pemetaan di lapangan.


"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan survei, sekaligus memantau kondisi geologi di lapangan yang berkaitan dengan potensi patahan aktif di wilayah tersebut," tuturnya.

Kunjungan lapangan tersebut menyasar lokasi pertama di ruas Jalan Tol Cisumdawu Kilometer 177, Dusun Bojongtotor, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara. Lokasi ini merupakan area gerakan tanah yang terjadi pada akhir Mei 2025 dengan amblasan tanah yang cukup intensif akibat faktor cuaca.

Edy memaparkan bahwa struktur tanah di sekitar jalan tol tersebut memiliki kompleksitas yang memerlukan pengawasan ekstra.

"Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa pergerakan tanah di wilayah ini berpotensi dipengaruhi oleh kondisi litologi dan struktur geologi yang kompleks, sehingga memerlukan pemantauan lanjutan untuk mitigasi risiko di sekitar infrastruktur strategis seperti jalan tol," katanya.

Lokasi kedua yang dikunjungi terletak di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, di mana tim menemukan singkapan batuan yang menunjukkan keberadaan zona patahan aktif Cileunyi - Tanjung Sari. Tim survei langsung melakukan dokumentasi dan pengukuran orientasi bidang patahan untuk mengetahui arah serta karakteristik deformasi batuan yang terjadi.

Selanjutnya, kunjungan pada hari tersebut berlanjut ke lokasi ketiga di Desa Cibuluh, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang. Di area ini ditemukan singkapan batuan dengan lapisan yang telah terpatahkan, menandakan adanya aktivitas tektonik yang masih berlangsung hingga saat ini.

Edy menegaskan bahwa zona sesar di wilayah tersebut masih sangat aktif karena terlihat memotong lapisan tanah yang paling muda.

"Bagian sesar yang memotong hingga lapisan termuda di permukaan menunjukkan bahwa zona sesar di wilayah ini masih aktif dan memiliki potensi untuk menimbulkan deformasi di masa mendatang," tegasnya.

Melalui kegiatan monitoring ini, Pusat Survei Geologi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya geologi di Jawa Barat. Edy berharap temuan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan tata ruang.

"Data dan temuan dari lapangan diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana geologi serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan tata ruang yang berkelanjutan dan aman terhadap bencana," pungkasnya.


(tps/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Smart Living Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Hemat Waktu & Energi