Mendadak Muncul Gunung Baru di Jawa, Pakar Geologi Ungkap Asal-Usulnya

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
20 April 2026 12:35
Fenomena Mud Volcano di Grobogan: Ketika Gundukan Lumpur Diduga Gunung Api. (Dok. Perpustakaan Fakultas Geografi UGM)
Foto: Fenomena Mud Volcano di Grobogan: Ketika Gundukan Lumpur Diduga Gunung Api. (Dok. Perpustakaan Fakultas Geografi UGM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena kemunculan 'gunung' baru pernah menghebohkan masyarakat Jawa Tengah, tepatnya di Grobogan. Peristiwa ini sempat ramai dan menjadi sorotan publik pada Maret 2024 silam.

Kala itu, gundukan yang sempat diduga 'gunung' baru tersebut mengeluarkan semburan tanah. Dilihat sekilas, penampakannya menyerupai gunung berapi.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak yang berspekulasi terkait kemunculan gundukan tersebut dan mengaitkannya dengan gempa berkekuatan M 6,5 pada 22 Maret 2024.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid A.N menegaskan bahwa kemunculan gundukan lumpur di Grobogan adalah gunung lumpur atau diistilahkan 'mud volcano'.

Gundukan tersebut memiliki ketinggian 25 meter di atas permukaan tanah. Pembentukannya disebabkan gas alam yang naik ke permukaan ketika menemukan sesar mendatar yang tegak (konduit) dan membawa lumpur dengan densitas lebih ringan dari sedimen di sekitarnya, seperti dikutip dari laman resmi EGSA UGM, Senin (20/4/2026).

"Berbagai material, seperti lumpur, gas, batuan, belerang, garam, dan air akan diletuskan di permukaan membentuk kerucut seperti gunung," demikian tertulis dalam artikel pada laman EGSA UGM, mengutip Sabdaningsih, 2020.

Lebih lanjut, gempa yang terjadi menyebabkan migrasi hidrokarbon maupun lumpur yang lebih aktif karena rekahan atau patahan sebagai akibat gempa dangkal. Hal ini mendorong lumpur panas keluar dengan kekuatan besar menyerupai gunung api.

EGSA UGM menuliskan bahwa fenomena mud volcano di Grobogan bukan insiden luar biasa. Pasalnya, sering terjadi mud volcano di daerah tersebut.

Anomali mud volcano di Grobogan disebut-sebut berasal dari batuan yang mengalami sesar memanjang dari arah Barat Daya menuju timur laut. Sesar yang terjadi kemudian mengakibatkan keluarnya aliran gas ke permukaan Bumi melalui batuan yang mudah dilalui.

Risiko Kemunculan Gunung Lumpur

Dalam artikel di EGSA UGM, disebutkan bahwa mud volcano tidak terlalu eksplosif seperti letusan gunung api. Namun, semburannya tetap menimbulkan dampak bagi wilayah sekitarnya.

Salah satunya berupa dampak kerusakan terhadap lahan pertanian warga di sekitar lokasi. Di samping itu, semburan lumpur panas yang keluar berkala dan berpindah-pindah tempat bisa menghancurkan sawah dan ladang warga sekitar.

Tak hanya itu, gas-gas beracun seperti hidrogen sulfida dan karbondioksida yang dikeluarkan oleh semburan lumpur panas dapat membahayakan keselamatan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.

"Gas hidrogen sulfida yang berbau menyengat seperti telur busuk dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan jika terhirup dalam jumlah banyak. Sementara gas karbondioksida dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan sesak nafas, pusing, dan bahkan kematian jika terhirup dalam waktu lama," tertulis dalam laporan EGSA UGM.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi alternatif bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena rusaknya lahan pertanian.

Potensi Kemunculan Gunung Lumpur

Meski begitu, fenomena ini juga bisa mendatangkan peluang besar bagi warga sekitar. Contohnya di sektor pariwisata dan industri kreatif dengan memanfaatkan potensi alam mud volcano.

"Melalui proses penggabungan kandungan mineral berharga seperti litium, kaolinit, dan kalsit dengan keberadaan mikroorganisme yang unik seperti bakteri halofilik, lumpur pada mud volcano menjadi bahan yang menjanjikan untuk berbagai aplikasi mulai dari industri hingga konservasi lingkungan. Potensi ini dapat dioptimalkan melalui penelitian lebih lanjut dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan," ungkap laporan tersebut.

Mud volcano juga bisa dijadikan objek penelitian yang menarik bagi para ilmuwan geologi, biologi, dan lingkungan. Pasalnya, para ilmuwan bisa mempelajari komposisi kimia dan material yang terkandung dalam semburan lumpur panas.

Dari situ bisa ditelaah informasi berharga terkait proses-proses kerak bumi, potensi sumber daya alam, serta dampak terhadap lingkungan sekitar. Sejumlah komponen yang terkandung dalam lumpur panas juga berpotensi memiliki manfaat dalam industri atau aplikasi lainnya, seperti dalam bidang pertanian, energi, atau bahkan kesehatan.

Demikian penjelasan ahli geologi terkait kemunculan mud volcano yang sempat ramai di media sosial. Semoga informasi ini menambah pengetahuan kita!

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Aliran Sungai Paling Besar di Dunia Berbalik Arah


Most Popular
Features