Arus Sungai Paling Besar di Dunia Ternyata Mengalir Terbalik

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
20 February 2026 06:40
Military rescue team fly over of Itacoai River during the search operation for British journalist Dom Phillips and indigenous expert Bruno Pereira, who went missing while reporting in a remote and lawless part of the Amazon rainforest near the border with Peru, in Atalaia do Norte, Amazonas state, Brazil, June 10, 2022. REUTERS/Bruno Kelly
Foto: REUTERS/BRUNO KELLY

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 20 tahun lalu, aktivitas aliran sungai Amazon menunjukkan hal tak biasa. Aliran sungainya mengalir bukan semestinya dari barat ke timur, melainkan sebaliknya timur ke barat.

Temuan ini berasal dari Russel Mappes pada 2006 lalu. Saat itu dia masih menjadi mahasiswa pascasarjana geologi di Universitas North Carolina.

Dia menemukan potongan-potongan kuno permata zirkon yang berasal dari wilayah timur, bukan Pegunungan Andes dari wilayah barat. Ternyata setelah diselidiki, Amazon pernah berlaku sama yakni mengalir dari arah timur menuju ke barat.

Mengutip IFL Science, para peneliti punya jawaban sendiri soal fenomena aneh di sungai Amazon terrsebut. Kemungkinan karena bagian timur laut Amerika Selatan memang berada di dataran yang lebih tinggi.

Wilayah itu terbentuk pada Periode Creatcous tahun 65-145 juta tahun lalu. Di sana memang memiliki kemiringan yang berdampak pada Amazon yang lebih datar.

"Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal," kata Supervisor Mapes, Drew Coleman.

Sementara pada 2014, para peneliti mencoba mencari jawaban menggunakan pemodelan. Hasilnya terdapat kenaikan permukaan di Andes.

Dari sana terciptakan aliran hujan yang membuat erosi. Hasil proses itu, membuat lahan basah Pabes.

Temuan pada 10 juta tahun lalu menunjukkan adanya penumpukan sedimen yang menaikkan lokasi. Pada akhirnya hal ini membuat aliran sungai mengarah ke arah sebaliknya.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tiba-tiba Muncul Gunung Baru di Jawa, Ahli Geologi Beri Penjelasan


Most Popular
Features