Alasan Kentut Bunyi Keras Tidak Bau Busuk Menurut Sains
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Salah satu mitos yang sering diceritakan soal buang gas atau kentut adalah soal bunyi dan bau. Banyak yang menyebut bahwa kentut yang tidak berbunyi biasanya berbau busuk, sedangkan kentut yang bersuara keras tidak bau.
Menurut Hong Kong University of Science and Technology, keras suara dan bau kentut sebetulnya tidak punya hubungan sebab akibat.
Suara lantang atau senyap kentut ditentukan oleh volume gas yang diproduksi. Suara kentut yang keras disebabkan oleh gas yang terkumpul di sistem pencernaan yang menyebabkan perut kembung.
Gas tersebut terbentuk oleh karbohidrat yang belum dicerna dengan baik tetapi telah dicerna oleh bakteria. Proses fermentasi itu menghasilkan karbon dioksida dan nitrogen yang tidak berbau.
Di sisi lain, bau tidak sedap yang muncul dari gas buangan manusia berasal dari hidrogen sulfida. Gas yang baunya serupa dengan telur busuk.
Hidrogen sulfida tercipta oleh pemrosesan protein yang kaya sulfur, biasanya berasal dari sumber hewani yaitu makanan hasil olahan susu seperti keju atau daging.
Gas hidrogen sulfida yang diciptakan oleh pemrosesan makanan kaya sulfur yang disebut juga sebagai gas belerang, jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding gas yang dihasilkan oleh fermentasi karbohidrat.
Oleh karena itu, kentut yang banyak berisi gas belerang tidak menyebabkan suara yang keras. Di sisi lain, kentut yang mengandung gas hasil fermentasi karbohidrat menyebabkan tekanan udara yang tinggi yang akhirnya lepas dengan suara yang keras.
Namun, kedua gas bisa muncul pada saat yang sama. Orang yang menderita penyakit lambung atau merasa kembung tentunya tidak hanya mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat. Mereka juga bisa mengonsumsi banyak protein hewani pada saat yang sama.
Hasilnya, kedua jenis gas terkumpul di sistem pencernaan dan dilepaskan bersamaan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]