Kiamat Makin Dekat Gara-gara Proyek 'Harta Karun' di Amerika
Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan pusat data (data center) baru di Amerika Serikat dibangun untuk memenuhi kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan.
Namun di balik lonjakan tersebut, muncul ancaman besar terhadap lingkungan yang dinilai bisa mempercepat 'kiamat' iklim global.
Laporan Wired mengungkapkan, lebih dari 3.000 pusat data baru sedang diusulkan atau dibangun di AS. Dari jumlah itu, hanya 11 fasilitas saja diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 129 juta ton gas rumah kaca per tahun.
Lonjakan emisi tersebut berasal dari penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar gas yang dibangun khusus untuk menyuplai pusat data.
Banyak proyek menggunakan sistem "behind-the-meter", yakni pembangkit yang hanya memasok listrik ke pusat data tanpa terhubung ke jaringan listrik umum.
Mengutip Gizmodo, skema ini semakin populer karena jaringan listrik utama dinilai tidak mampu menanggung lonjakan kebutuhan energi pusat data.
Selain itu, masyarakat lokal juga kerap menolak kehadiran perusahaan teknologi besar yang dinilai dapat meningkatkan tarif listrik.
Kondisi tersebut mendorong pembangunan pembangkit listrik baru di sekitar pusat data. Namun demi mengejar kecepatan pembangunan, banyak proyek memilih bahan bakar gas yang lebih cepat dibangun, tetapi menghasilkan emisi tinggi. Fenomena ini bahkan disebut sebagai kebangkitan kembali energi gas.
Beberapa proyek besar diperkirakan menyumbang emisi dalam jumlah signifikan. Salah satunya proyek pusat data Microsoft di Texas yang berpotensi menghasilkan 11,5 juta ton gas rumah kaca per tahun. Sementara proyek Stargate di Texas dan New Mexico diperkirakan memproduksi lebih dari 24 juta ton CO2 setiap tahun.
Meski demikian, angka tersebut merupakan batas izin emisi, bukan emisi aktual. Namun pusat data cenderung beroperasi mendekati batas maksimum karena permintaan komputasi terus meningkat. Bahkan terdapat kasus penggunaan turbin gas metana tanpa izin pada pusat data Colossus milik xAI di Tennessee.
Di sisi lain, konsumsi gas alam di AS juga mencetak rekor baru pada 2025. Global Energy Monitor mencatat AS kini melampaui China sebagai pengembang proyek gas baru terbesar di dunia. Lonjakan ini sejalan dengan pembangunan pusat data berskala masif.
Ironisnya, perusahaan teknologi yang sebelumnya berkomitmen mencapai emisi karbon nol kini justru menjadi pendorong utama peningkatan emisi.
(fab/fab) Add
source on Google