China Minggir, Kawan Lama AS Mendadak Jadi Musuh Trump

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 24/04/2026 14:45 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berpartisipasi dalam resepsi para pemimpin bisnis di Chequers, dekat Aylesbury, Inggris, 18 September 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - China menjadi target utama Pemerintahan Donald Trump saat melancarkan regulasi tarif jumbo. Namun, kini sepertinya ancaman tarif sedang digencarkan ke Inggris yang merupakan negara kawan lama Amerika Serikat (AS).

Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi ke Inggris jika negara tersebut tidak membatalkan pajak layanan digital yang menargetkan perusahaan-perusahaan media sosial asal AS.


Pajak layanan digital yang diperkenalkan Inggris pada 2020 lalu akan mengenakan tarif 2% dari pendapatan beberapa raksasa media sosial AS di negaranya.

Berbicara di hadapan media di Oval Office pada Kamis (23/4) waktu setempat, Trump blak-blakan mengungkapkan ancaman tarif tinggi tersebut.

"Kami sudah memantau hal ini, dan kami dengan mudah bisa mengenakan tarif tinggi ke Inggris. Mereka sebaiknya hati-hati," kata Trump, dikutip dari The Guardian, Jumat (24/4/2026).

"Jika mereka tidak membatalkan pajak [digital], kami kemungkinan akan memberikan tarif tinggi ke Inggris," ia menegaskan.

Pajak digital Inggris menargetkan perusahaan-perusahaan dengan pendapatan dari aktivitas digital melampaui 500 juta poundsterling (Rp11,6 triliun) secara global, serta 25 juta poundterling (Rp581 miliar) dari pengguna di Inggris.

Regulasi ini telah memicu ketegangan antara Inggris dan AS. Trump menilai aturan tersebut menargetkan perusahaan-perusahaan kawakan di dunia.

"Inggris dan negara-negara lain melakukan ini [penetapan pajak digital] karena mereka berpikir bisa mendapatkan uang dengan mudah. Mereka ingin mengambil keuntungan dari negara kita," kata Trump.

Dalam kesepakatan dagang AS-Inggris pada Mei 2025, pajak layanan digital tidak berubah meskipun menjadi salah satu poin negosiasi.

Saat ditanya tarif tinggi seperti apa yang akan dilancarkan Trump ke Inggris, ia tak memberikan informasi perinci. Yang jelas, Trump menyebut tarif itu akan lebih tinggi dari yang pajak digital yang dilancarkan Inggris.

Pernyataan terbaru ini menambah ketegangan yang lebih luas dalam hubungan AS-Inggris, yang telah memburuk setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak keterlibatan Inggris dalam konflik di Timur Tengah.

Pada awal bulan ini, Trump mengindikasikan kesepakatan dagang AS-Inggris yang diteken tahun lalu bisa sewaktu-waktu berubah. Hal ini disampaikan dalam wawancara dengan Sky News.

Komentar Trump ini juga muncul beberapa bulan setelah AS mengancam tarif dan kontrol ekspor baru ke negara-negara yang menetapkan regulasi pajak digital dan menargetkan perusahaan-perusahaan Inggris.

Beberapa negara di Eropa seperti Prancis, Italia, dan Spanyol, diketahui memiliki pajak layanan digital serupa Inggris.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Smart Living Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Hemat Waktu & Energi