Manusia Rp 13.000 Triliun Jiplak Bisnis Manusia Rp 3.000 Triliun

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 23/04/2026 19:40 WIB
Foto: via REUTERS/YONHAP NEWS AGENCY

Jakarta, CNBC Indonesia - SpaceX berencana membuat chip GPU sendiri untuk mendukung pengembangan dan layanan kecerdasan buatan (AI) mereka yang berada di bawah xAI.

Rencana pembuatan GPU sendiri ada di dalam daftar rencana belanja besar-besaran SpaceX yang diungkap ke investor menjelang IPO jumbo US$ 1,75 triliun (Rp 30.266 triliun). Daftar tersebut dibeberkan dalam keterbukaan yang dikutip oleh Reuters.

Sebelumnya, SpaceX telah mengumumkan rencana kolaborasi antara xAI dan Tesla untuk mengembangkan kompleks manufaktur chip AI bernama Terafeb di Austin, negara bagian Texas. SpaceX dan Tesla sama-sama perusahaan yang dikendalikan oleh Elon Musk sebagai CEO. Adapun, xAI adalah perusahaan AI yang telah dimerger ke dalam SpaceX bersama perusahaan media X.


Musk menyatakan proyek Terafeb bertujuan untuk memproduksi chip untuk mobil, robot humanoid, dan data center di luar angkasa.

Foto: Elon Musk. (REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo)

Menurut Reuters, AI menggunakan beberapa jenis chip. Nvidia adalah produsen utama GPU yang bisa digunakan untuk proses komputasi umum dan unggul dalam memproses berbagai jenis data dalam waktu serentak. Di sisi lain, chip TPU yang sedang dikembangkan Google didesain untuk menjalankan fungsi spesifik.

Dalam keterbukaan, SpaceX tidak membeberkan rencana produksi chip mereka dengan spesifik, termasuk kategori yang akan diproduksi dan perusahaan manufaktur sebagai mitra.

Musk sendiri membuka kemungkinan bekerja bareng Intel. Kepada analis, dia menyatakan proses manufaktur generasi baru dari Intel sudah akan siap saat Terafab beroperasi.

SpaceX juga mengingatkan investor bahwa ada potensi mereka tidak punya cukup banyak chip untuk menunjang laju pertumbuhan yang ambisius.

"Kami tidak punya kontrak jangka panjang dengan pemasok chip. Kami mendapatkan mayoritas perangkat keras dari pemasok pihak ketiga, tidak ada kepastian bahwa kami bisa mencapai tujuan kami terkait Terafab," kata SpaceX.

Reuters mencatat bahwa produksi GPU tidak mudah karena prosesnya yang rumit. Nvidia sebagai pionir desain GPU harus menyerahkan proses manufaktur chip mereka ke perusahaan Taiwan, TSMC.

TSMC punya keunggulan karena mereka menghabiskan miliaran dolar AS untuk mengembangkan proses manufaktur chip paling canggih, terutama dalam hal pengolahan material yang sulit dicari dan presisi skala "atom." Kemampuan itu bisa dikembangkan karena TSMC memiliki modal dan pengalaman memproduksi chip untuk iPhone selama puluhan tahun,

Setelah proses manufaktur, chip juga harus melalui proses fabrikasi, pengemasan, dan pengujian. Semua proses tersebut dilakukan oleh perusahaan yang berbeda mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat.

Musk ingin agar Terafab bisa mengerjakan seluruh tahapan produksi tersebut.

Langkah SpaceXbisa mengurangi ketergantungan atas Nvidia, perusahaan yang dipimpin oleh Jensen Huang. Ledakan permintaan atas chip GPU membuat Huang menjadi salah satu orang terkaya dunia dengan kekayaan menembus US$ 175,1 miliar (Rp 3.028 triliun). Di sisi lain, Musk adalah orang terkaya dunia dengan harta US$ 786 miliar (Rp 13.600 triliun).


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Smart Living Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Hemat Waktu & Energi