Raja Ecommerce RI Tetap Berkuasa, TikTok-Lazada Minggir

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
15 April 2026 17:20
Pekerja mengemas barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2020 di Gudang Ekspedisi Tiki, Fatmawati, Jakarta, Rabu, 11 November 2020. Bisnis logistik juga ikut menangguk untung dalam momen hari belanja online nasional (Harbolnas) 2020. Kepala Gudang Ekspedisi Tiki Eri menuturkan total paket yang dikirim saat Harbolnas bisa mencapai 10 ribu paket, jauh lebih tinggi dari rata-rata harian sebesar 5-7 ribu paket. "Biasanya satu sampai dua hari setelah harbolnas paket membludak" Jenis barang yang dibeli oleh konsumen kini juga mulai banyak merambah pada barang-barang ritel konsumer, atau keperluan groceries sehari-hari. Seperti diketahui sektor logistik dan kurir merupakan salah satu sektor yang tumbuh dimasa Pandemi.Peningkatan tren belanja online yang dilakukan masyarakat semakin menjadi-jadi. Terlebih dengan adanya imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah guna menghindari penyebaran virus corona atau covid-19 beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Jasa Pengiriman (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar ecommerce Asia Tenggara terus melesat pesat, dengan nilai transaksi bruto (GMV) mencapai US$157,6 miliar atau tumbuh 22,8% sepanjang 2025.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, persaingan justru makin mengerucut. Laporan Ecommerce in Southeast Asia 2026 dari Momentum Works mencatat hanya tiga pemain besar yang kini menguasai hampir seluruh pasar.

Tiga platform utama yakni Shopee, TikTok Shop (termasuk Tokopedia), dan Lazada menguasai 98,8% pangsa pasar di kawasan tersebut.

Shopee menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara. Pada 2025, GMV Shopee mencapai US$83,2 miliar, jauh di atas para pesaingnya.

Dihampir seluruh Asia Tenggara, Shopee menguasai lebih dari 50% pangsa pasar, kecuali di Filipina yang hanya 49%.

Sementara itu di Indonesia, posisi Shopee juga memimpin dengan menguasai sekitar 54% pangsa pasar sepanjang 2025.

Dominasi ini melanjutkan capaian sebelumnya, yaitu Shopee menguasai sekitar 53% pangsa pasar pada 2024.

Meski demikian, tekanan kompetisi makin terasa. TikTok Shop tercatat tumbuh sangat agresif sepanjang 2025, bahkan berhasil mempersempit jarak hingga mencapai sekitar 65,7% dari skala bisnis Shopee.

Ini adalah angka tahunan untuk tahun 2025, yang berarti selisih pangsa pasar bulanan antara keduanya bahkan lebih kecil di akhir tahun.

Data terbaru Sensor Tower menunjukkan bahwa jumlah download aplikasi retail di Indonesia menembus 181 juta kali sepanjang 2025. Warga RI menghabiskan 8,68 miliar jam di aplikasi retail.

Meskipun mayoritas aplikasi ritel yang paling banyak didownload di RI adalah aplikasi marketplace, beberapa aplikasi subkategori lain mulai muncul seperti aplikasi diskon dan aplikasi online dari toko ritel offline.

Shopee yang jorjoran mendorong fitur video commerce di aplikasinya masih menjadi aplikasi paling populer di kategori ritel di Indonesia.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pedagang Siap-Siap, Pemerintah Kaji Aturan Biaya Admin Ecommerce


Most Popular
Features