Alasan Setop Langganan YouTube Premium Menurut Pengguna
Jakarta, CNBC Indonesia - YouTube jadi salah satu platform yang juga mengeluarkan paket langganan untuk para penggunanya. Bernama YouTube Premium, perusahaan menawarkan berbagai paket yang dibanderol untuk layanan bisa diakses tanpa iklan.
Tak semua orang senang dengan tawaran itu. Dalam sebuah survei yang dilakukan Android Authority, dua pertiga responden dari 2.900 orang menjawa menolak membayar YouTube Premium.
Kebanyakan responden beralasan enggan berlangganan YouTube Premium karena tak mau memberikan uangnya pada perusahaan tersebut. Termasuk iklan yang tetap diselipkan dalam bentuk lain meski sudah membayar paket langganan.
Bahkan sejumlah responden mengatakan lebih baik menghindari iklan dengan alat yang disediakan di internet, seperti aplikasi pemblokir iklan dan pihak ketiga.
Namun 29% responden yang setuju program langganan YouTube itu. Ada juga menyebutnya YouTube Premium sebagai investasi yang layak.
"YouTube Premium menjadi salah satu investasi terbaik saya. Saya menggunakan untuk semuanya, belajar memperbaiki sesuatu, menonton film dokumenter dan menikmati film bagus," kata seorang responden.
Sementara itu, YouTube baru saja mengumumkan kenaikan harga langganan paket Premium di Amerika Serikat (AS). Kenaikannya mencapai hampir Rp 70 ribu.
Harga paket individu kini menjadi US$15,99 (Rp 273 ribu), naik dari US$13,99 (Rp 239 ribu). Untuk paket keluarga naik US$4 menjadi U$26,99 (Rp 462 ribu).
YouTube juga menaikkan harga layanan YouTube Lite menjadi US$8,99 (Rp 154 ribu). Khusus langganan YouTube Music Premium kini menjadi US$11,99 (Rp 205 ribu) per bulan, naik US$1 (Rp 17 ribu).
Belum diketahui apakah kenaikan ini bakal terjadi juga untuk negara lain, termasuk di Indonesia.
(fab/fab) Add
source on Google