Celah YouTube Gratisan Ditutup, Sekarang Wajib Bayar!

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
03 March 2026 08:15
REFILE - ADDING MISSING WORDS  Silhouettes of laptop and mobile device users are seen next to a screen projection of Youtube logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Google menutup celah yang selama ini dimanfaatkan pengguna gratis untuk menikmati fitur pemutaran di latar belakang atau background playback di YouTube tanpa berlangganan Premium.

Selama ini, fitur background playback menjadi salah satu fitur utama layanan YouTube Premium. Dengan fitur tersebut, video tetap dapat diputar meski aplikasi diminimalkan atau layar ponsel dimatikan.

Namun dalam praktiknya, sebagian pengguna non-Premium memanfaatkan peramban pihak ketiga seperti Samsung Internet, Brave, dan Vivaldi untuk tetap bisa memutar video di latar belakang melalui versi web seluler.

Setelah muncul banyak laporan dalam beberapa hari terakhir, Google mengonfirmasi telah memperbarui sistem guna menutup celah tersebut.

"Background playback adalah fitur yang ditujukan khusus bagi anggota YouTube Premium. Meskipun sebagian pengguna non-Premium sebelumnya dapat mengaksesnya melalui peramban web seluler dalam kondisi tertentu, kami telah memperbarui pengalaman tersebut untuk memastikan konsistensi di seluruh platform kami," tulis Google dalam pernyataannya, dikutip dari GSMArena, Senin (2/3/2026).

Google tidak memerinci jumlah pengguna yang terdampak kebijakan baru ini.

Namun, langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga eksklusivitas fitur berbayar dan mendorong konversi langganan Premium. Dengan demikian, kebijakan terbaru ini mengakhiri salah satu trik populer di kalangan pengguna YouTube gratisan.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos YouTube Tiba-Tiba Melarang Anak Main HP, Ada Apa?


Most Popular
Features