Harga Langganan YouTube Premium Naik Gila-gilaan Jadi Segini

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
13 April 2026 14:10
FILE - This March 20, 2018 file photo shows the YouTube app on an iPad in Baltimore. YouTube says it will turn off comments on most videos that feature kids. The change comes after advertisers began boycotting the site last week in response to inappropriate comments made on videos of minors. (AP Photo/Patrick Semansky, File)
Foto: Youtube (AP/Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC Indonesia - YouTube menaikkan harga langganan Premium di Amerika Serikat (AS), mengikuti tren kenaikan tarif yang dilakukan platform streaming global lainnya. Kenaikan ini mencapai US$4 (Rp68.000) dan akan berlaku mulai siklus penagihan berikutnya.

Platform video milik Alphabet tersebut menetapkan harga paket individu YouTube Premium menjadi US$15,99 (Rp273.000) per bulan, naik dari sebelumnya US$13,99 (Rp239.000). Sementara paket keluarga kini dibanderol US$26,99 (Rp462.000) per bulan, atau naik US$4 dari tarif sebelumnya.

Tak hanya itu, YouTube juga menaikkan harga layanan lain. Paket YouTube Lite yang lebih murah kini menjadi US$8,99 (Rp153.000) per bulan. Paket ini menawarkan tontonan bebas iklan untuk sebagian besar video, namun tidak termasuk YouTube Music Premium dan masih menampilkan iklan pada Shorts serta konten musik.

Sementara, langganan YouTube Music Premium secara terpisah juga naik US$1 (Rp17.000) menjadi US$11,99 (Rp205.000) per bulan.

Mengutip Reuters, kenaikan ini menjadi yang pertama dilakukan YouTube di AS dalam tiga tahun terakhir. Belum jelas apakah YouTube Premium di negara lain, termasuk Indonesia, akan turut berdampak.

Naiknya harga langganan YouTube, terjadi di tengah gelombang kenaikan harga layanan streaming global, setelah Spotify lebih dulu menaikkan harga langganan di AS awal tahun ini. Netflix dan Disney+ juga telah melakukan penyesuaian tarif demi menutup kenaikan biaya konten dan operasional.

YouTube menyebut perubahan harga diperlukan untuk mempertahankan fitur utama layanan mereka, termasuk menonton tanpa iklan, pemutaran di latar belakang, serta akses ke perpustakaan YouTube Music yang diklaim memiliki lebih dari 300 juta lagu.

Dari sisi pengguna, YouTube juga mencatat pertumbuhan pelanggan yang signifikan. Pada tahun lalu, layanan gabungan YouTube Music dan Premium telah melampaui 125 juta pelanggan secara global, meningkat dari sekitar 100 juta pelanggan pada 2024.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Netflix Mendadak Down Ketika Premier Serial Stranger Things


Most Popular
Features