Kurang Orang dan Modal, Indonesia Masih Lemah dan Tak Siap

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
09 April 2026 10:45
Diserang Hacker, Seburuk Apa Keamanan Siber RI Dibanding Negara ASEAN?
Foto: Infografis/ Diserang Hacker, Seburuk Apa Keamanan Siber RI Dibanding Negara ASEAN?/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang terjadi belakangan ini tak hanya mengandalkan serangan alat-alat canggih seperti rudal. Di dunia maya, negara-negara yang terlibat kerap saling menyerang dan meretas tokoh hingga lembaga penting lawannya.

Salah satunya terjadi pada Direktur Departemen Intelijen AS (FBI) Kash Patel yang menjadi korban peretasan grup hacker Iran saat kedua negara terlibat perang sengit baru-baru ini. Email pribadi bos FBI itu dibobol hingga foto-foto pribadi dan dokumen lainnya diungkap ke internet.

Beberapa foto yang dipublikasikan termasuk Patel yang tengah merokok cerutu, mengendarai mobil convertible antik, dan membuat ekspresi wajah saat mengambil foto dirinya di cermin dengan sebotol besar rum.

Jika perang siber itu terjadi dengan Indonesia, apakah kita sudah siap menghadapinya?

Defri Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia mengaitkan kesiapan ini dengan sumber daya manusia. Di Indonesia, talenta ini masih cukup rendah khususnya mengenai keamanan siber atau cyber security.

Sejauh ini pendidikan S1 khusus soal cyber security di Indonesia hanya ada dua dan salah satunya di Telkom University. Menurutnya jarang talenta yang diarahkan untuk spesialis di bidang tersebut.

"Karena itu yang kita rasa masih kurang, bahwa orang cybersecurity ini misalnya contoh bank, SOC lulusan cybersecurity cuma segelintir kebanyakan belajar sendiri," jelas Defri, di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Terlepas dari perang siber pun, perusahaan-perusahaan di Indonesia belum siap atas serangan yang terjadi. Mereka belum menganggap keamanan siber penting untuk menaikkan bisnis.

Ini terjadi di hampir semua sektor. Padahal harusnya investasi harus dilakukan untuk bisa tetap bertumbuh.

"Jadi orang masih menganggap. kalau orang mau menaikkan bisnis 2 kali lipat maka budget cyber security ga dua kali lipat. Ini enggak," ucapnya.

"Kalau mau grow, dia harus invest. Investnya tools, sumber daya orang," dia menambahkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-ramai Serbu Israel, Mesin Uangnya Meledak


Most Popular
Features