Steam Minta Maaf ke Komdigi, Salah Kaprah Asal Blokir Game

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
06 April 2026 16:05
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana saat ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana saat ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah game diberikan rating tak sesuai peruntukannya di platform Steam. Bahkan ada empat yang disebut sebagai Unfit for Distribution atau tidak cocok untuk didistribusikan, seperti Cyberpunk 2077 dan Persona 5 Royal.

Steam diduga menggunakan rating itu berdasarkan Indonesia Game Rating System (IGRS) yang baru diimplementasikan tahun ini tanah air. Namun, Komdigi menegaskan belum ada pembicaraan untuk IGRS dengan Steam.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana menjelaskan rating itu merujuk pada game yang berisi seperti kekerasan, judi dan pornografi.

"Jadi nggak boleh beredar di sini. Itu sama kayak kita pemblokiran pada umumnya," dia menjelaskan, Senin (6/4/2026). "Tadi pagi mereka ngirim email minta maaf karena ada miskomunikasi. Jadi ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita. Kita baru greenlight untuk mereka naikin uji coba, ya."

Sementara rating yang menggunakan usia seperti 18 tahun masih bisa digunakan asal usianya masuk dalam syarat.

"Itu kan lebih kayak kita punya produk ya. Ingredients-nya apa. Mengandung apa di dalamnya. Umpamanya kita punya produk ada kacang nih. Jadi orang tua bisa milih anakku ini alergi kacang. Jangan makan ini," ucapnya.

Terkait masalah yang ramai dibicarakan, dia menjelaskan Steam melakukan self-assesment terkait rating tanpa melakukan laporan ke pemerintah Indonesia.

"Jadi ada dua kan, website-nya. IGRS sama yang Steam. Itu belum connect tuh. Jadi dia self-assessment. Jadi, tadi pagi mereka ngirim email minta maaf karena ada miskomunikasi," jelasnya.

"Jadi ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita. Kita baru greenlight untuk mereka naikin uji coba, ya," dia menambahkan.

Dia menjelaskan pihak Steam memang telah bersurat untuk melakukan uji coba. Namun belum ada obrolan lebih lanjut terkait hal tersebut. MoU resmi dan pembicaraan terkait sistem API yang akan digunakan.

"Mereka kirim email tanggal 13. Ngasih link untuk uji coba. Jadi ke kita itu belum ada obrolan. Kita mau di-announce pun. Kalaupun mau di uji coba itu sifatnya tertutup. Kita review dulu. Ini ada kesalahan di internal komunikasi mereka. Ini langsung dinaikin aja," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan rating game di Indonesia akan terhubung dengan International Age Rating Coalition. Di dalamnya akan mengenali dan terkoneksi dengan rating game dari negara lain.

"Termasuk ke platform-platform yang kayak Google, Apple. Sama. Dan modelnya kan self-assessment," ujarnya.

Steam juga telah menurunkan klasifikasi yang dikeluarkan semua. Sony memastikan semua sudah kembali normal.

Pantauan CNBC Indonesia, beberapa game yang tadinya disebut tidak bisa didistribusikan telah menggunakan rating PEGI dengan usia yang disesuaikan.

Pihak Komdigi juga akan bertemu dengan Steam secepatnya terkait hal ini.

"Dan kebetulan di sana kan lagi paskah. Jadi lagi libur. Jadi besok kita akan zoom meeting.Mungkin ada nanti klarifikasi dari pihak Steam. Buat jelasin permasalahan di sisi mereka," ungkapnya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Bicara Pembatasan Game Online PUBG Respons Peristiwa SMAN 72


Most Popular
Features