Sumber Kehidupan Timur Tengah Lenyap, Rasulullah Sudah Peringatkan

Redaksi,  CNBC Indonesia
03 April 2026 07:15
Suasana Sungai Tigris di Baghdad Irak. Negara yang sangat terdampak oleh perubahan iklim, telah dilanda kekeringan dan curah hujan rendah selama bertahun-tahun. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)
Foto: Suasana Sungai Tigris di Baghdad Irak. Negara yang sangat terdampak oleh perubahan iklim, telah dilanda kekeringan dan curah hujan rendah selama bertahun-tahun. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sungai Eufrat dan Tigris di Timur Tengah disebut arkeolog sebagai penopang munculnya peradaban pertama dunia. Wilayah di antara kedua sungai tersebut dikenal sebagai Mesopotamia, tempat lahir kota pertama dalam sejarah manusia seperti Uruk dan Babilonia. Sekarang, wilayahnya berada di dalam Irak.

Namun, sumber kehidupan tersebut sekarang mulai lenyap. Menurut perkiraan, Sungai Eufrat dan Tigris akan kering pada 2040 mendatang. Hal ini sudah pernah diperingatkan Nabi Muhammad SAW. Berikut bunyinya:

"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya" (HR. Muslim No. 2894).

Sebagai informasi, Sungai Eufrat mengalir beberapa negara, dari Turki, Suriah, dan Irak, baru bermuara di Teluk Persia. Ini menjadi sistem sungai terbesar yang berada di wilayah Asia Barat. Eufrat yang berdampingan dengan Sungai Tigris adalah bagian dari wilayah yang subur.

Laporan Kementerian Sumber Daya Air setempat pada 2021 memperingatkan Sungai Eufrat dan Tigris bisa mengering pada 2040. Laporan tersebut menjelaskan sungai mengering akibat penurunan permukaan air dan kekeringan akibat perubahan iklim, dikutip dari IFL Science, Jumat (3/4/2026).

Aliran di sistem Eufrat dan Tigris telah berkurang hampir setengahnya dalam beberapa dekade saja. Dari citra satelit dilaporkan 144 kilometer kubik air tawar menghilang dalam 10 tahun, mulai 2003 hingga 2013.

Parahnya lagi, manusia di sekitarnya bergantung pada sistem sungai ini. Dilaporkan 60 juta orang bergantung pada air di sistem sungai Eufrat dan Tigris untuk kehidupannya, khususnya di Turki dan Irak.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article PBB Warning Dunia Bangkrut, Rekening Kosong, dan Tabungan Terkuras


Most Popular
Features