Gebrakan Baru China, Mobil Listrik Full Charge Cuma 11 Menit
Jakarta, CNBC Indonesia - Biasanya butuh waktu beberapa jam untuk mengisi penuh daya di mobil listrik. Namun, sebuah gebrakan dibuat oleh raksasa otomotif China, Beijing Automotive Group (BAIC Group).
BAIC Group mengklaim berhasil mengembangkan baterai generasi baru yang mampu terisi penuh hanya dalam 11 menit. Kecepatan ini bahkan disebut lebih cepat dari waktu pengisian daya ponsel saat ini, demikian dikutip dari BGR, Kamis (2/4/2026).
Selama ini, industri EV menghadapi tantangan besar terkait biaya baterai dan ketersediaan bahan baku lithium. Di sinilah sodium-ion hadir sebagai solusi, karena lebih melimpah, lebih murah, dan dinilai lebih stabil.
Sebelumnya, pemain besar seperti CATL bersama Changan Automobile sudah lebih dulu meluncurkan mobil listrik produksi massal berbasis sodium-ion pada awal 2026. Kini, BAIC membawa inovasi yang fokus pada kecepatan pengisian.
Tak hanya cepat, baterai ini juga diklaim tahan banting terhadap suhu ekstrem. BAIC menyebut baterainya tetap optimal dari suhu sangat dingin hingga panas ekstrem, bahkan masih menyimpan lebih dari 90% kapasitas di kondisi beku.
Meski demikian, kelemahan utama terletak pada kepadatan energi (energy density), yaitu jumlah energi yang dapat disimpan dibandingkan beratnya. Prototipe BAIC menggunakan desain sel prismatik dengan kepadatan energi sebesar 170 Wh/kg berdasarkan pengujian internal. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan baterai lithium modern yang berada di kisaran 200 hingga 300 Wh/kg.
Sebagai perbandingan, baterai sodium-ion Naxtra milik CATL yang akan digunakan pada EV Nevo A06 dari Changan menawarkan kepadatan energi hingga 175 Wh/kg. Oleh karena itu, BAIC tengah berupaya meningkatkan kepadatan energi serta performa siklus jangka panjang.
Saat ini, perusahaan telah mengajukan 20 paten terkait sodium-ion yang mencakup desain, material, proses produksi, hingga metode pengujian.
BAIC belum memberikan jadwal pasti kapan kendaraan listrik berbasis sodium-ion dengan waktu pengisian 11 menit ini akan diluncurkan. Sebagai catatan, kendaraan listrik produksi massal pertama dengan baterai sodium-ion dijadwalkan meluncur di pasar China pada pertengahan 2026.
Secara umum, riset baterai EV terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada akhir 2025, penelitian baru menemukan metode untuk meningkatkan kecepatan pengisian baterai sodium-ion.
Terobosan BAIC dalam kecepatan pengisian, meski masih berupa prototipe, menjadi langkah penting. Dengan investasi berkelanjutan, teknologi ini berpotensi diadopsi lebih luas, khususnya pada segmen kendaraan entry-level dan wilayah bersalju, karena kemampuannya mempertahankan kapasitas energi dalam cuaca ekstrem.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]