Iran Beri Peringatan Keras, Raksasa Teknologi AS Bisa Tumbang Seketika
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah kian mencekam. Serangan brutal yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 kini membawa petaka besar yang berdampak ke seluruh dunia.
Penerbangan internasional terhambat dan menghantam industri pariwisata. Di saat bersamaan, penutupan Selat Hormuz menyebabkan jalur perdagangan minyak lumpuh, memicu kelangkaan dan lonjakan harga di mana-mana.
Balas dendam Iran terhadap AS dan Israel telah melumpuhkan infrastruktur kritis seperti data center di Timur Tengah. Aset-aset dan pangkalan militer AS menjadi target sasaran Iran di kawasan tersebut.
Terbaru, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan peringatan keras baru terhadap AS. IRGC mengatakan pihaknya menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi besar milik AS di Timur Tengah, seperti Apple, Microsoft, dan Google.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan Sepah News, media milik IRGC, badan militer negara tersebut mengumumkan 18 perusahaan yang diduga terlibat dalam perencanaan dan pendeteksian target dalam serangan AS-Israel ke Iran.
Beberapa di antaranya adalah Meta, Nvidia, Oracle, Tesla, HP, Intel, dan IBM. Satu-satunya perusahaan non-AS yang masuk dalam daftar IRGC adalah G42, perusahaan AI asal Uni Emirat Arab (UEA).
IRGC menyarankan para karyawan segera meninggalkan tempat kerja mereka. Pasalnya, IRGC berencana untuk mulai menargetkan perusahaan-perusahaan tersebut pada Rabu (1/4/2026), pukul 8 malam waktu setempat, dikutip dari The Hill.
Iran sebelumnya telah mencantumkan perusahaan teknologi AS sebagai target potensial di tengah konflik tersebut. Pada awal Maret, drone Iran menyerang dan merusak beberapa data center Amazon di UEA dan Bahrain.
Seiring makin banyaknya perusahaan teknologi dan infrastruktur yang menjadi sasaran, kekhawatiran tentang investasi AI skala besar di kawasan ini kian meningkat.
Negara-negara termasuk UEA dan Arab Saudi telah menarik investasi AI yang signifikan, terutama sepanjang tahun lalu, karena Trump merangkul Timur Tengah sebagai mitra kunci dalam perlombaan AI melawan China.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]