Bukan Minyak, Sumber Duit Baru Iran di Selat Hormuz Bisa Goncang Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran melalui penutupan Selat Hormuz mengguncang dunia dengan kenaikan harga minyak dan mengganggu ekonomi global. Ternyata, negara itu masih punya satu kartu penting yang bisa mengacaukan dunia.
Beberapa ahli menyatakan bahwa Iran bisa mengenakan biaya bagi kabel laut yang melalui Selat Hormuz. Banyak kabel yang melewati perairan itu dan penting bagi negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
Salah satu yang menyarankan ini adalah kantor berita yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Tasnim. Melalui artikel berjudul Three Practical Steps for Generating Revenue from Straits of Hormuz Internet Cables, media tersebut menjelaskan soal cara mesin uang baru ini bekerja.
Artikel itu menyebutkan tiga cara mesin uang baru ini bekerja. Salah satunya untuk izin awal dan pengenaan biaya perpanjangan tahunan untuk pemilik atau operator kabel asing.
Selain itu perusahaan teknologi yang menggunakan kabel bawah laut harus beroperasi dengan hukum Iran. Terakhir, Iran harus memastikan kendali dan pemeliharaan kabel berada di tangan perusahaan dalam negeri, dikutip dari Toms Hardware, Rabu (13/5/2026).
Seperti Tasnim, Fars yang juga terafiliasi dengan IRGC juga menyarankan hal serupa. Media tersebut mengatakan gagasan untuk mengganggu kabel internet di Selat Hormuz yang bisa merugikan hingga puluhan atau ratusan juta dolar dalam beberapa hari saja.
Dampak gangguan jelas akan sangat luas. Bukan hanya raksasa teknologi AS, melainkan juga bagi bisnis lokal dan global lainnya.
Sebenarnya ide ini bukanlah hal baru. Seorang sumber mengatakan Tasnim memang telah memetakan kabel internet dalam sebuah laporan beberapa bulan lalu.
Artikel itu berisi pentingnya kabel laut yang berada di Selat Hormuz bagi banyak negara-negara yang memiliki hubungan erat dengan Barat.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]