Terungkap Taktik Licik China Curi 'Harta Karun' Taiwan

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
31 March 2026 17:40
A model of the Chinese Fighter aircraft is seen in front of Chinese and Taiwanese flags in this illustration taken, April 28, 2022. Picture taken April 28, 2022.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: Sebuah miniatur pesawat tempur China terlihat di depan bendera China dan Taiwan. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Taiwan mengungkap dugaan praktik tersembunyi perusahaan China dalam memburu talenta teknologi tinggi di wilayahnya. Sedikitnya 11 perusahaan asal Negeri Tirai Bambu kini diselidiki karena diduga merekrut engineer semikonduktor Taiwan secara ilegal.

Dalam operasi besar yang digelar bulan ini, lebih dari 185 aparat menggeledah 49 lokasi serta memeriksa sekitar 90 orang. Investigasi ini menyasar perusahaan China yang diduga diam-diam menarik tenaga ahli Taiwan tanpa izin resmi pemerintah, demikian dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).

Biro Investigasi Taiwan menyebut, perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan berbagai cara untuk mengelabui aturan. Salah satunya dengan mendirikan perusahaan cangkang berbasis investasi asing hingga membuka kantor tanpa izin, demi memuluskan perekrutan dan aktivitas bisnis ilegal di Taiwan.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi China untuk menyedot 'harta karun' keahlian teknologi dari Taiwan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri semikonduktor dunia.

Di sisi lain, Taiwan memiliki regulasi ketat terhadap investasi China, terutama di area strategis seperti desain chip. Pembatasan ini membuat perusahaan China sulit masuk secara legal, sehingga diduga mereka mencari celah melalui cara-cara tidak resmi.

Sejumlah perusahaan yang terseret dalam penyelidikan ini antara lain Huaqin Technology, Anker Innovations, Circuit Fabology Microelectronics Equipment, Yangzhou Yangjie Electronic Technology, hingga SG Micro. Hingga kini, perusahaan-perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan.

Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya rivalitas teknologi antara China dan Amerika Serikat. Beijing sendiri tengah gencar mengejar kemandirian di sektor semikonduktor, termasuk dengan mempercepat perekrutan talenta global.

Sejak dibentuk pada akhir 2020, satuan tugas khusus di Taiwan tercatat telah menangani lebih dari 100 kasus serupa, menandakan praktik perekrutan ilegal ini bukan kejadian baru, melainkan pola yang terus berulang.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Teknologi AS Ditinggal, China Kasih Diskon Besar-besaran


Most Popular
Features