Manusia Rp2.700 Triliun Pulang Kampung, Dipanggil Ayah oleh Warga
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Nvidia Jensen Huang pulang ke kampung halamannya di Taiwan. Bos raksasa chip AI tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan membawa pesan serius soal lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI) global.
Dalam kunjungannya ke Taipei, Huang secara terbuka mendorong para pemasok utama Nvidia di Taiwan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Permintaan chip AI yang terus meroket membuat Nvidia membutuhkan pasokan wafer dan memori dalam jumlah besar sepanjang 2026
.
"TSMC harus bekerja sangat keras tahun ini karena saya membutuhkan banyak wafer," ujar Huang sambil tertawa, merujuk pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip tercanggih terbesar di dunia.
Salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$165 miliar atau hampir Rp2.700 triliun. itu mengatakan, permintaan AI Nvidia tahun ini sangat tinggi.
Ia bahkan memproyeksikan kapasitas produksi TSMC dalam 10 tahun ke depan akan meningkat lebih dari dua kali lipat, seiring ekspansi besar-besaran industri semikonduktor global.
Pernyataan Huang sejalan dengan rencana TSMC yang sebelumnya mengungkapkan belanja modal tahun ini bisa melonjak hingga 37% menjadi US$56 miliar. Investasi tersebut diperkirakan akan kembali meningkat signifikan pada 2028 dan 2029, didorong ledakan kebutuhan AI.
Pendiri Nvidia yang hijrah ke Amerika Serikat sejak kecil itu juga mengungkap kekhawatiran soal ketatnya pasokan chip memori, komponen krusial bagi komputasi AI. Menurutnya, seluruh rantai pasok akan menghadapi tantangan berat akibat lonjakan permintaan.
Mengutip Reuters, selama berada di Taiwan, Huang disambut bak selebritas. Media lokal menjulukinya "ayah rakyat", sementara penggemar berbondong-bondong meminta foto dan tanda tangan.
Dalam acara jamuan makan malam bersama puluhan eksekutif teknologi, termasuk Chairman Foxconn Young Liu, Huang menegaskan peran vital Taiwan bagi Nvidia.
"Nvidia tidak akan mungkin ada tanpa Taiwan. Ada keajaiban di pulau ini, dengan teknologi dan budaya perusahaan yang luar biasa," tegasnya.
Nvidia sendiri mencetak sejarah tahun lalu sebagai perusahaan pertama di dunia dengan valuasi pasar menembus US$5 triliun, menegaskan dominasinya di pusat revolusi AI global.
(dem/dem)[Gambas:Video CNBC]