Tabrakan Dahsyat Dua Planet, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian menemukan adanya tabrakan dua planet yang berjauhan yang menyebabkan beberapa fenomena tidak biasa. Salah satunya merujuk pada terbentuknya satelit Bumi, Bulan.
Petunjuk itu berasal dari sebuah bintang deret utama yang disebut Gaia20ehk. Bintang itu hampir persis seperti Matahari, namun kemudian mulai berkedip-kedip.
"Mulai tahun 2016, terjadi tiga kali penurunan cahaya. Sekitar tahun 2021, kecerahannya melonjak drastis," kata penulis utama dan astronom dari Universitas Washington, Anastasios Tzanidakis, dikutip dari Futurism, Senin (16/3/2026).
Penyebab fenomena ini disebut karena adanya aliran besar batuan dan debu yang ada di depannya. Jumlahnya sangat besar hingga menutupi sebagian cahaya bintang.
Para peneliti menyimpulkan puing-puing tabrakan planet yang menutupi cahaya tersebut. Pengamatan dari teleskop lain juga menguatkan teori tersebut, yang disebut materialnya sangat panas.
Menurutnya, fenomena itu terjadi karena kedua planet yang berputar dan semakin dekat satu sama lain. Tabrakan antar dua planet juga tidak langsung terjadi dengan dahsyat, melainkan melalui beberapa kali benturan ringan.
Tabrakan dua objek di luar angkasa bukan kali ini saja. Penelitian tahun 2023 menemukan tabrakan antara dua raksasa es dalam sistem bintang muda menciptakan awan puing berbentuk torus dengan suhu yang panas.
Jauh sebelumnya, sekitar empat setengah miliar tahun, Bumi juga pernah bertabrakan dengan planet lain bernama Theia. Ukuran planet itu sebesar planet Mars dan hancur saat menghantam Bumi.
Namun planet Theia tidak sepenuhnya menghilang. Karena sisa-sisanya menyatu dengan orbit Bumi dan membentuk Bulan.
Para astronom menemukan pula awan debu pada Gaia20ehk mengornit pada jarak yang sama dengan Bumi dan Matahari. Jadi bisa saja awan akan mendingin dan membentuk sebuah satelit yang berbatu.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]