Mobil Listrik China Sekali Ngecas Bisa Ngebut 1.000 Km, Amerika Bye!

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
13 March 2026 17:40
Mobil-mobil baru, termasuk kendaraan listrik buatan China dari perusahaan BYD. REUTERS/Yves Herman/File Photo
Foto: Mobil-mobil baru, termasuk kendaraan listrik buatan China dari perusahaan BYD. REUTERS/Yves Herman/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Ilmuwan China membuat terobosan dalam teknologi kendaraan listrik. Peneliti dari Nankai University mengembangkan baterai solid-state generasi terbaru yang berpotensi membuat mobil listrik melaju lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dalam pernyataan resmi kampus, sistem baterai berenergi tinggi itu disebut sudah dipasang pada kendaraan dan diuji untuk perjalanan jarak jauh.

Teknologi baterai ini memiliki kepadatan energi lebih dari 500 watt-jam per kilogram (Wh/kg), sekitar 30% lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion terbaik saat ini yang berada di kisaran 300 Wh/kg.

Kepadatan energi yang lebih tinggi membuat kendaraan listrik dapat menempuh jarak lebih jauh dengan bobot baterai yang lebih ringan dan ukuran yang lebih kecil, demikian dikutip dari LiveScience, Jumat (13/3/2026).

Meski detail mobil yang digunakan belum diungkap, laporan lanjutan menyebut pengujian dilakukan menggunakan prototipe kendaraan yang dikembangkan oleh anak usaha baterai milik China FAW Group, yakni China Automotive New Energy Battery (CANEB).

Para peneliti menyebut baterai solid-state menawarkan sejumlah keunggulan dibanding baterai konvensional, terutama dari sisi keamanan.

Elektrolit cair pada baterai lithium-ion bersifat mudah terbakar, sedangkan elektrolit padat tidak mudah terbakar dan lebih kecil kemungkinan mengalami kegagalan fatal.

Selain itu, teknologi ini juga berpotensi memiliki umur pakai lebih panjang karena dapat mengurangi pertumbuhan dendrit, yaitu tonjolan logam yang dapat memicu korsleting pada baterai.

Baterai tersebut menggunakan katoda mangan kaya lithium serta sistem elektrolit hibrida padat-cair dengan teknologi super-wetting yang dirancang untuk meningkatkan konduktivitas ion sekaligus menjaga keamanan.

Saat ini, paket baterai memiliki kapasitas total 142 kWh dengan kepadatan energi 288 Wh/kg pada tingkat sistem setelah memperhitungkan komponen pendukung seperti sistem pendingin, kabel, dan struktur pelindung.

Ke depan, pengembang menargetkan kepadatan energi baterai mencapai 340 Wh/kg pada tingkat paket dengan kapasitas hingga 200 kWh. Jika target itu tercapai, mobil listrik berpotensi menempuh lebih dari 1.600 km dalam sekali pengisian daya.

Sebagai perbandingan, laporan EV.com mencatat jarak tempuh median mobil listrik produksi 2024 hanya sekitar 455 km, sementara model dengan jarak tempuh terjauh saat ini adalah Lucid Air dengan 825 km.

Hasil penelitian baterai solid-state ini merupakan kolaborasi universitas dan industri serta belum diverifikasi secara independen melalui penelitian peer-review. Meski demikian, riset ini menunjukkan teknologi baterai solid-state mulai bergerak cepat dari tahap eksperimen laboratorium menuju pengujian dunia nyata dan berpotensi mengubah jarak tempuh, keamanan, serta performa kendaraan listrik.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Mobil Listrik Bakal Murah Berkat Temuan Baterai Baru


Most Popular
Features