China Ditinggalkan, Negara Ini Langsung Diserbu Amerika

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 10/03/2026 19:40 WIB
Foto: REUTERS/DADO RUVIC

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China yang berujung pada ancaman tarif super tinggi, berdampak luas pada perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang di negara kekuasaan Xi Jinping. Apple menjadi salah satu perusahaan yang paling disorot pemerintahan Donald Trump.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintahan Trump mendesak Apple untuk memindahkan produksi iPhone dari China ke AS. Hal ini sejalan dengan ambisi Trump untuk memperkuat manufaktur lokal.

Namun, Apple sepertinya belum siap memindahkan produksi iPhone ke AS. Terakhir, CEO Tim Cook mengumumkan Apple baru akan memproduksi Mac Mini di fasilitas AS pada 2026 ini.

Kendati demikian, Apple tetap berupaya memindahkan produksi iPhone dari China. Sejak beberapa saat lalu, Apple menggenjot pemindahan produksi ke India, sebagai strategi untuk melakukan diversifikasi.

Kaburnya Apple dari China bisa dibilang membawa berkah bagi industri di India. Laporan Bloomberg menuliskan ada 55 juta unit iPhone yang diproduksi di India sepanjang 2025.


Angka itu naik sekitar 53% dari tahun sebelumnya yang 'hanya' 36 juta unit iPhone, berdasarkan laporan Bloomberg, dikutip dari Investing.com Selasa (10/3/2026).

Banyaknya produksi iPhone di India setara dengan kurang lebih seperempat produksi iPhone global. Menurut laporan Bloomberg, produksi total iPhone setiap tahunnya berkisar 220-230 juta unit.

Peningkatan produksi ini menyoroti strategi Apple yang lebih luas untuk membangun India menjadi pusat manufaktur utama, seiring upaya perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada China.

Meskipun hubungan Trump dan Xi Jinping melunak pasca pertemuan di Busan pada Oktober 2025, tetapi konflik geopolitik di antara keduanya masih belum benar-benar selesai. Hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi industri, terutama yang menjual barang ke AS dan menggantungkan rantai pasok dan produksi di China.

Ekspansi Apple di India juga didukung insentif terkait produksi yang diperkenalkan Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan manufaktur dan ekspor dalam negeri.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: India & Prancis Perkuat Hubungan Melalui Teknologi-Perdagangan