Orang Terkaya Ribut Berebut Lahan, Elon Musk Dituduh Ngayal
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan milik dua orang terkaya dunia saling jegal. Amazon Leo, perusahaan satelit internet milik Jeff Bezos, mengirim surat ke regulator meminta agar permohonan izin Starlink, milik Elon Musk, ditolak.
Amazon Leo dilaporkan mengirim surat ke Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk menolak proposal penempatan 1 juta satelit di orbit Bumi yang diajukan oleh SpaceX. Elon Musk berambisi meluncurkan 1 juta satelit untuk membangun fasilitas data center di orbit.
Surat tersebut mempertanyakan alasan FCC menerima dan memproses proposal SpaceX yang mereka nilai spekulatif.
"Selama ini, FCC menolak untuk memproses proposal yang spekulatif, baru konsep, atau tidak lengkap. Jadwal [di proposal SpaceX] tidak jelas. Meluncurkan 1 juta satelit membutuhkan berabad-abad. Itu juga jika kapasitas peluncuran global tersedia," tertulis di surat Amazon Leo ke FCC.
Pada 2025, perusahaan di seluruh dunia meluncurkan 4.526 satelit ke orbit. Berdasarkan data tersebut, peluncuran 1 juta satelit membutuhkan 220 tahun.
Kapasitas jauh lebih besar dibutuhkan untuk menjaga konstelasi 1 juta satelit di orbit. Jika tiap satelit punya masa pakai 5 tahun, SpaceX harus memproduksi dan meluncurkan 200.000 satelit per tahun. Jumlah itu sekitar 44 kali produksi satelit pada 2025.
Selain itu, Amazon menilai pemberian izin kepada SpaceX akan memperburuk permasalahan ketersediaan ruang di orbit Bumi rendah (LEO) dan memaksa operator selain Starlink untuk menyusun rencana berdasarkan konstelasi satelit yang kemungkinan bakalan tak pernah terwujud.
Menurut Amazon, proposal SpaceX hanya strategi untuk menimbun "lahan" di orbit Bumi yang sangat terbatas.
Elon Musk saat ini adalah orang terkaya di dunia dengan harta melampaui US$ 836 miliar atau Rp 14.122 triliun. Jeff Bezos yang sempat menempati posisi kedua, kini berada di posisi keempat setelah dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page. Harta Bezos diperkirakan mencapai US$ 227 miliar atau Rp 3.834 triliun.
(dem/dem) Add
source on Google