Jarang Disadari Alasan Penting Kenapa Ban Selalu Berwarna Hitam

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Sabtu, 07/03/2026 20:15 WIB
Foto: Ilustrasi ban. (Dok Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernah kah terpintas di benak mengapa setiap ban kendaraan bermotor selalu berwarna hitam? Ternyata, ada penjelasan di balik hal yang sudah lumrah itu.

Bukan tanpa alasan, terdapat alasan teknisnya kenapa ban berwarna hitam. Setiap ban yang diproduksi sudah dibentuk sedemikian rupa guna memenuhi regulasi, tingkat keselamatan, performa, ketahanan dan keausan.

Bukan sekadar karet bundar, material ban memiliki resep khusus yang diformulasikan tim RnD di setiap pabrikan ban. Material yang dipakai untuk memproduksi ban antara lain karet, nilon/poliester hingga baja.


Mengutip detikOto, Tire Development Director Bridgestone Asia Pasific (Thailand) Co.,LTD., Shinsuke Nakamura, menyebut terdapat satu lagi material penting yang menjadi pembentuk warna hitam pada ban. Ia menerangkan warna hitam pada ban berasal dari material carbon black. Material carbon black itu berperan sebagai penguat utama pada ban untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan aus dan masa pakai.

Karena karbon, ban mendapatkan semua jenis karakteristik yang diperlukan seperti tahan panas, tahan abrasi, ketangguhan, dan daya tahan yang lebih baik. Ban juga menjadi lebih awet berkat material karbon hitam.

"Warna hitam pada material berasal dari carbon black. Namun, sesuai permintaan pelanggan, warna lain juga dapat diproduksi, misalnya jenis berpigmen seperti pink carbon black yang pernah digunakan di Australia," kata Nakamura saat ditemui di Bridgestone Asia Pasific Technical Center di Pathum Thani, Thailand, dikutip dari detikOto, Sabtu (7/3/2026).

Warna hitam ban merupakan hasil dari penambahan carbon black ke dalam campuran karet untuk tapak dan dinding samping. Carbon merupakan adalah material hitam yang dibentuk dari pembakaran tidak sempurna produk minyak bumi. Material ini juga kian digunakan sebagai pigmen hitam untuk tinta cetak, toner, maskara, dll.

"Jika menggunakan material lain, seperti silika (berwarna putih), kemudian ditambahkan pigmen, maka dapat dihasilkan variasi warna sekaligus meningkatkan sifat penguat (reinforcement) untuk memperkuat material," ucap Nakamura.

Soal warna ban, Nakamura mengatakan itu tergantung kebutuhan konsumen. Tetapi, jika menggunakan pigmen warna lain, biayanya akan lebih mahal.

"Jika Anda tanya apakah kami bisa memproduksi ban warna lain, tentu bisa. Tapi akan menggunakan material pengisi lainnya. Mesinnya beda, investasinya lebih besar," tuturnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Perusahaan Adopsi & Manfaatkan AI di Layanan CR