Menyerah Tunduk Perintah Trump, Apple Bangun Pabrik di Amerika

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 17:35 WIB
Foto: REUTERS/Heinz-Peter Bader

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple akhirnya menyerah dan tunduk pada perintah Presiden AS Donald Trump. Raksasa asal Cupertino tersebut berkomitmen memindahkan beberapa fasilitas produksi untuk komputer Mac Mini ke AS pada akhir tahun ini.


Hal tersebut sejalan dengan cita-cita Trump untuk memperkuat industri manufaktur domestik. Beberapa kali Trump mengancam akan menaikkan tarif super tinggi bagi raksasa teknologi yang memproduksi barang di luar negeri dan menjual produknya di AS.


Apple sebelumnya sudah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan US$600 miliar (Rp10 triliun) di AS pada 2025 lalu. CEO Apple Tim Cook juga tampak makin akrab dengan Trump.

Pada Agustus 2025, Cook hadir di Gedung Putih bersama Trump untuk pengumuman komitmen sebesar US$100 miliar. Perusahaan tersebut juga mengatakan akan membeli komponen dan memperluas hubungannya dengan pemasok AS.

"Sebagai bagian dari komitmen US$600 miliar kami, Mac Mini akan diproduksi di AS untuk pertama kalinya pada akhir tahun ini," tulis Cook di akun X personalnya pada Selasa (24/2) waktu setempat.

"Kami mempercepat peningkatan [realisasi komitmen] lebih jauh. Kami memproduksi lebih banyak server AI dan membuka Pusat Manufaktur Canggih Apple untuk pelatihan langsung [di AS]," Cook menambahkan.

Mac Mini merupakan komputer compact buatan Apple yang dihargai lebih murah, mulai dari US$600, menurut situs resmi perusahaan. Mulai akhir tahun ini, produksi akan dilakukan di pabrik baru Apple di Houston.

Fasilitas tersebut sudah mulai beroperasi untuk produksi server AI pada tahun lalu, kata Apple dalam sebuah pernyataan.

"Kami mulai mengapalkan server AI canggih dari Houston lebih awal dari jadwal yang ditetapkan. Kami bersemangat untuk mempercepat semua pekerjaan di masa mendatang," kata Cook dalam sebuah keterangan.

Apple sebelumnya mendapat pukulan keras dari kebijakan tarif Trump. Perusahaan sudah membayar US$3,3 miliar sejak insiatif Trump ditetapkan pada tahun lalu.

Sejauh ini, setengah produksi iPhone untuk dipasarkan di AS datang dari India. Sementara itu, produk-produk Apple lainnya seperti Mac, AirPods, dan Apple Watch, kebanyakan diproduksi di Vietnam.

Pada pekan lalu, Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar agenda tarif Presiden Trump yang jangkauannya lebih luas. Kendati demikian, ketidakpastian tetap ada setelah Trump mengecam keputusan tersebut.

Apple mengatakan Pusat Manufaktur Canggih seluas 20.000 kaki persegi di Houston akan dibuka akhir tahun ini. Perusahaan tersebut mengatakan akan menyediakan pelatihan dalam teknik manufaktur canggih kepada siswa, karyawan pemasok, dan bisnis AS.

Pusat tersebut juga akan menjadi 'wadah' mengajarkan peserta terkait proses inovatif yang sama yang digunakan untuk membuat produk Apple.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: India & Prancis Perkuat Hubungan Melalui Teknologi-Perdagangan